Puisi Halida: Pilu

Sumber : Brilio

Kupijaki langkah seribu malam

Menatap langit dibawah naungan petang

Semerbak angin menyayat malam

 

Ku rebahkan mata  seribu pandang

Menatap pedih dibawah jalan

Semerbak tangis menggerumuh petang

 

Sekian hari terkuak sudah

Deretan tangan mengadah atas

Mereka layu menguap takdir

 

Setiap cerita tersimpan tangis

Pedih kian terukir sudah

Wajah mungil terkikis lapar

Mereka layu terselimut jalan

Hingga tubuh lemas terukir derita

 

Tuhan..  lihatlah bibir centil mereka

Sekian detik menggerutu lapar

Mengadah tangan meminta rizki

Walau kadang terusir kecewa

Walau hujan menguap dingin

 

Namun, demi sesuap nasi

Mereka berlayar menyusuri duri

Dengan do’a ribuan harapan

Kepada-Mu Sang Ilahi

You may also like

Kumpulan Puisi Sendu

Kosong   aku sebatang pohon aku setangkai ranting