Intermezo

Intermezo

Oleh: Indahhik*   Beban yang kau tanggung di punggung Tak pernah kau bagi pada yang bergantung Tubuh yang semakin ringkih Tak mengurangi semangat gigih Olehmu cinta dan kasih ...
0

Teruntuk negeriku yang katanya damai (tapi bohong) Juga teruntuk bapak ibu pejabat yang sering sekali berbohong Kalian minta kami belajar, sudah belajar tapi aspirasi kami tidak kalian dengar ...
0

1 Ini pagi ketiga semenjak kematian istriku. Nampaknya kesedihan belum pula untuk sudi mampir padaku. Aku cukup sungkan pada seluruh sanak saudara, kolega, tetangga. Kesedihanku tidak terlihat sama ...
0

Orang bilang negeriku Zamrud Khatulistiwa Tapi dari Sumatera hingga Papua Berjuta hektar hutan terbakar sia-sia Asap mengaburkan mata Tahu-tahu perkebunan baru kadung dibuka   Katanya negeriku Agraris Tapi ...
0

Rembulan mengintip dari balik kabut Sinarnya remang menerawang Menelisik pepohonan yang tinggal jadi arang   Serdadu bumi telah gugur Direnggut ketamakan Menyisakan gelap dan bau asap Pada malam-malam ...
0

Suatu malam di tepi dermaga, Ahmad duduk termenung menikmati dinginnya angin malam yang menghembus perlahan ke wajahnya. Tak sesekali ia mendongak ke atas, disaksikannya langit navi yang mengundang ...
0

Oleh : Abdul Majid* “Hanya perjaka yang boleh mengambil pusaka milikku.” Bisikan itu Ia peroleh dari pertapaannya selama tiga purnama di sebuah hutan di Banten sana, begitu kata ...
0

Oleh: Naspadina   Pada suatu ruang yang sempit Pengap dan juga lembab   Seorang wanita berbaring Diantara infus, jarum suntik, Dan cairan berwarna-warni Dengan baunya yang busuk   ...
0

“On ne meurt qu’une fois; et c’est pour si longtemps!” Moliére, Le Dépit Amoureux (1656). 14 Mei 2019 Malam, di udara. Kali ini, mereka ingin menikmati mimpi dengan ...
0

Oleh: Naspadina Malam bercerita Pada gelap dan pekat Tentang betapa ia iri pada manusia. Disorotnya suatu sosok Dengan jubah seputih kapas. Cahayanya terus memancar, Merayapi atap, lalu menyelinap ...
0