Pihak Rektorat Menghentikan Pelaksanaan PBAK, Panitia PBAK: Tidak Ada Koordinasi Sama Sekali!

567
dok/panitiapbak

Lpmrhetor.com- Pihak rektorat UIN Sunan Kalijaga menghentikan pelaksaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari ketiga, Sabtu (20/8/2022).

Sikap pihak rektorat yang dinilai menghentikan pelaksanaan PBAK secara sepihak ini menimbulkan rasa kecewa bagi panitia PBAK yang telah merancang konsep jauh sebelum hari pelaksanaan PBAK dimulai.

Dimas (bukan nama sebenarnya), salah satu panitia PBAK dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) menyayangkan sikap pihak rektorat. Ia bersama kawan-kawannya mengaku telah merancang konsep sedemikian rupa agar pelaksanaan PBAK tahun ini berjalan lancar dan tidak ada hambatan. Tetapi, kerja keras mereka dirasa gagal karena pelaksanaan PBAK dihentikan.

“Aku sangat menyayangkan kita panitia sudah mengonsepkan acara PBAK ini sedemikan rupa. Ternyata ya digagalkan seperti ini. Itu di luar kendali panitia,” ungkapnya kepada lpmrhetor.com ketika diwawancara di kampus pada Sabtu (20/08/2022).

Selain itu, Dimas mengatakan bahwa dengan dihentikannya pelaksanaan PBAK hari ketiga oleh pihak rektorat, mahasiswa baru belum menerima materi perihal kampus. Sehingga, mahasiswa baru tidak mengenal kampus secara lebih jauh.

Rafli, sekretaris panitia PBAK Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), juga merasa kecewa dengan sikap pihak rektorat. Sesuai rundown yang telah disusun oleh panitia PBAK FDK, pada hari ketiga, pagi hari mahasiswa baru akan mendengarkan penyampaian materi yang disiapkan oleh panitia

“Karena konsepan hari ini, kita adakan materi dan pemateri sudah hadir di sini. Tadi pemateri dipulangkan oleh pihak dekanat dengan alasan takut terjadi hal-hal di luar dugaan dan lain sebagainya. Bahkan pemateri sampai berstatement kaya gini: ‘saya membawakan materi yang tepat di tempat yang kurang tepat,’ pemateri sampai ngomong kaya gitu,” jelasnya kepada lpmrhetor.com ketika diwawancara di kampus pada Sabtu (20/08/2022).

Penghentian pelaksanaan PBAK oleh pihak rektorat, menurut Rafli, pihak rektorat tidak melakukan koordinasi dengan panitia PBAK.

“Tidak ada koordinasi sama sekali sama pihak panitia. Tidak ada koordinasi apapun. Tidak ada intruksi apapun terkait ini. Ini di luar rancangan temen-temen panitia,” ungkapnya.

Pihak rektorat disebut berkeliling ke berbagai Fakultas dengan tujuan untuk menghentikan pelaksanaan PBAK. Hal ini diungkapkan oleh Mulyadi, seorang panitia PBAK Fakultas Adab dan Ilmu Budaya (Fadib) ketika diwawancara oleh lpmrhetor.com pada Sabtu (20/08/2022).

“Tiba-tiba rektorat  dan sebagainya itu keliling universitas ke setiap fakultas bilang dibubarkan, panitia universitas sendiri tidak ada konsep seperti ini,” ucapnya.

Lpmrhetor.com mendapatkan sebuah rekaman perdebatan antara Al-Makin, selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga, dengan Presiden Mahasiswa, Syaidurrahman Alhuzaifi. Rekaman itu beredar di WhatsApp. Al Makin mengatakan bahwa ia telah melakukan salat Istikarah sebelum memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan PBAK.

“Itu sudah pertimbangan yang baik, itu sudah salat tadi malam, semuanya sudah Istikarah,” ujarnya.

Syaidurrahman Alhuzaifi, selaku Presiden Mahasiswa, berpandangan bahwa Rektor menghentikan pelaksanaan PBAK karena beredar pamflet ajakan berdemonstrasi yang mengikutsertakan 4000 mahasiswa baru. Selain itu, ia menduga, penghentian pelaksaan PBAK ini karena efek dari peristiwa hari pertama pelaksanaan PBAK. Saat hari pertama pelaksanaan PBAK, terbentang spanduk berisi tulisan-tulisan protes terhadap tingginya UKT.

“Itu efek dari hari pertama kemaren. Nah,itu sampai sekarang beliau merasa seakan-akan wajah Rektor dipukul karena ada status dari kemenag. Pun menurut saya itu ga jadi masalah, Gajadi masalah karena itu diluar kendali kita karena toh apa yang disampaikan temen-temen semua itu representatif,” jelasnya kepada lpmrhetor.com ketika diwawancara di kampus pada Sabtu (20/08/2022).

Alhuzaifi merasa kecewa dengan sikap Rektor yang menghentikan pelaksaan PBAK hari ketiga ini

“Pak Rektor ngomong hasil Istikarah. Kita kan membutuhkan alasan yang rasional. Kalau memang takut ada aksi ya bilang. Kita gak aksi, asal pbak jalan. Nah, ini dibubarkan dengan alasan istikharah apa hubungannya. Agama ini dijual dengan politik,” pungkasnya. []

Reporter: Pikri Hafidz A

Editor: Hifzha Aulia Azka

You may also like

Menggapai Keindahan Melalui Pernikahan yang Berkeadilan

lpmrhetor.com- “Keputusan apapun itu di dalam hidup harus