Cara Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi Vitamin C

doc.shutterstock

Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, menjaga daya tahan tubuh merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Imun, atau daya tahan tubuh yang kuat, akan melindungi kita dari berbagai macam penyakit. Nah, salah satu cara alami yang bisa kita lakukan untuk memperkuat imun adalah dengan mengonsumsi buah dan sayuran yang mengandung vitamin C.

Tidak hanya berperan dalam sistem imun, vitamin C dengan zat antioksidan yang terkandung di dalamnya, mampu memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin C juga bisa menghambat penuaan dini, mengobati penyakit kardiovaskular, flu, katarak, bahkan menghambat sel kanker.

Kebutuhan vitamin C  setiap orang berbeda. Hal ini tergantung pada jenis kelamin, usia, serta kondisi kesehatan orang tersebut. Setiap hari, laki-laki di atas 19 tahun, rata-rata membutuhkan  90 mg vitamin C. Sementara wanita di atas 19 tahun, rata-rata hanya membutuhkan 75 mg vitamin C per harinya.

Vitamin C tidak dapat diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Oleh karena itu, kita membutuhkan bantuan dari luar agar kebutuhan vitamin C kita terpenuhi. Kabar baiknya,  buah dan sayuran yang mengandung vitamin C ini, mudah dicari. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Buah Jeruk

Jeruk  merupakan buah yang paling terkenal akan kandungan vitamin C. Walaupun begitu, buah yang memiliki rasa asam dan manis ini bukanlah buah dengan kadar vitamin C tertinggi. Dalam 100 gr jeruk, terkandung  53,2 mg vitamin C.

Mengonsumsi buah jeruk yang baru dipetik dari pohonnya akan menjaga kadar vitamin C tetap utuh. Semakin lama disimpan, maka kadar vitamin C dalam buah jeruk akan semakin berkurang. Namun, jika tidak sempat mengonsumsinya langsung, anda bisa menyimpan jeruk dalam lemari es terlebih dahulu, agar kandungan di dalamnya dapat terjaga lebih lama.

Selain dimakan utuh, jeruk juga bisa diolah menjadi jus. Namun, jangan teralu banyak menambahkan gula, ya. Alih-alih menjaga kesehatan, anda justru bisa terkena penyakit diabetes.

  1. Kersen (Muntingia calabura L)

Di daerah saya, buah ini lebih terkenal dengan nama karsem. Jangan remehkan bentuknya yang bulat kecil. Kandungan vitamin C dalam buah ini, justru melebihi kandungan vitamin C yang terdapat dalam jeruk. Tiap 100 gr kersen bisa mengandung 80,5 mg vitamin C.

Selain vitamin C, kersen juga mengandung zat lain seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Kandungan yang terdapat dalam kersen tersebut, membuat buah yang satu ini juga dapat dijadikan obat, untuk berbagai penyakit seperti demam dan asam urat. Dengan dosis yang pas, buah ini bahkan dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah.

Kersen biasanya dikonsumsi langsung setelah dipetik. Ketika digigit, butiran kecil di dalamnya langsung menyebar dan memberikan tekstur yang unik, ketika dimakan.

  1. Pepaya

Buah pepaya sangat mudah ditemukan di Indonesia. Harganya pun relatif  terjangkau. Walaupun murah, kandungan gizi yang terdapat dalam pepaya cukup banyak.

Pepaya mengandung enzim-enzim, vitamin C, A, B, E, serta mineral. Setiap 100 gr buah pepaya dapat mengandung 60,9 mg vitamin C.

Selain membantu daya tahan tubuh, buah pepaya dapat melancarkan pencernaan, mengatasi gangguan lambung, dan sariawan. Buah pepaya juga cocok untuk dikonsumsi ibu yang sedang menyusui, karena dapat menambah suplai asi.

  1. Jambu Biji

Jangan kaget, ya! Jambu biji merupakan buah dengan kandungan vitamin C yang sangat tinggi, lho! Di dalam 100 gr jambu biji, terdapat kandungan 228,3 mg vitamin C. Artinya, kandungan vitamin C dalam jambu biji, hampir empat kali lipat dari jeruk.

Vitamin C pada jambu biji, akan mencapai kadar maksimal ketika masih muda. kadar vitamin C terbanyak pun terdapat di kulitnya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan mengonsumsi jambu muda, beserta kulitnya sekaligus.

Selain vitamin C, jambu biji juga mengandung fosfor, potasium, magnesium, serat, dan kalsium. Astringen yang terdapat dalam jambu biji muda, membuat buah ini biasa dijadikan obat diare dan disentri.

Jambu biji memang kaya akan manfaat. Penelitian yang dilakukan tim dari Fakultas Kedokteran UI dan IPB bahkan mengungkapkan, bahwa senyawa yang terdapat dalam jambu biji, berpotensi mencegah dan mengurangi virus corona.

  1. Kubis

Tidak hanya buah, beberapa jenis sayuran juga mengandung vitamin C. Salah satu sayuran yang mengandung vitamin C adalah kubis. Dalam 100 gr sayuran yang biasa dijadikan lalapan ini,  terkandung 36,6 mg vitamin C.

Selain vitamin C, kubis segar mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, dan zat lainnya. Karena banyaknya kandungan kandungan gizi yang terdapat di dalamnya, kubis juga dapat mengobati pembengkakan sendi, diare, sakit kepala, menambah produksi ASI, dan tentunya meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Tomat

Buah yang juga sering dianggap sayur ini, ternyata juga mengandung vitamin C. Kandungan vitamin C dalam tomat segar, rata-rata mencapai 19,1 mg per 100 gramnya. Kandungan vitamin C tomat hijau lebih besar, ketimbang yang berwarna merah atau orange.

Tomat mengandung lemak dan kalori dalam jumlah rendah. Tomat juga bebas kolesterol, selain merupakan  sumber serat dan protein yang baik. Selain itu, tomat kaya akan vitamin A dan C, beta-karoten ,kalium, dan antioksidan likopen. Dengan kandungan antioksidan alaminya, tomat dapat mencegah kanker prostat, penyakit  pada wanita seperti kanker payudara, serta mencegah terjadinya osteoporosis.

  1. Cabai Merah

Sayuran yang mengundang selera makan dengan rasa pedasnya ini, mengandung banyak vitamin C. Kadar vitamin C dalam 100 gr cabai merah, dapat mencapai 143,7 mg. Jumlah yang cukup banyak ketimbang sayuran lain.

Selain vitamin C, cabai merah juga mengandung berbagai zat seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan fosfor. Sayuran ini juga mengandung senyawa capsikidin, untuk memperlancar sekresi asam lambung, pengobatan bronkitis, masuk angin, dan asma.

Itulah beberapa buah dan sayur yang mengandung vitamin C. Sayur dan buah tersebut relatif  mudah didapatkan. Oleh karena itu, jangan ditunda-tunda. Mari rajin mengonsumsi makanan yang bergizi, untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Ingat, kita harus menanggapi virus corona dengan tenang, sambil tetap melakukan  pencegahan. Selanjutnya, semoga kita semua bisa lolos dari pandemi corona.

Sumber:

https://fdc.nal.usda.gov/data-documentation.html terakhir diakses pada 25 maret 2020, jam 19.00

https://republika.co.id/berita/q7dn15430/disebut-buah-yang-mencegah-corona-ini-manfaat-jambu-biji terakhir diakses pada 24 maret 2020, jam 21.00

https://hort.purdue.edu/newcrop/morton/guava.html terakhir diakses pada 25 maret 2020, jam 19.30

https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/#h7 terakhir diakses pada 25 maret 2020, jam 21.000

http://repository.unimus.ac.id/421/3/13.%20BAB%20II.pdf terakhir diakses pada 25 maret 2020, jam 22.00

Wariyah Chatarina. 2010. ” Vitamin C Retention and Acceptability of Orange (Citrus Nobilis Var. Microcarpa) Juice During Storage in Refrigerator”. Jurnal Agrisains,1(1):50.

Rusmiati, Dewi, dkk. 2007. “Pemanfaatan Kubis (Brassica Oleraceavar.Capitata Alba) sebagai Kandidat Anti Keputihan”. Bandung (ID): Universitas Padjadjaran.

Kharisma,  Yuktiana. 2017. Tinjauan Pemanfaatan Tanaman Papaya dalam Kesehatan, Bandung: UIN Bandung.

Kailaku, Sari Intan, dkk.2007. “Potensi Likopen dalam Tomat untuk Kesehatan”. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian, 3:1.

Bakhtiar, Moh. Ali hasan. 2009. “Pengaruh Cara dan Lama Penyimpanan Dingin terhadap Kandungan Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Cabai Merah (Capsicum Annum L)”. [Skripsi]. Malang (ID): UIN Malang.

 

 

Khusnul Khotimah, Jurnalis LPM Rhetor dan Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sunan Kalijaga.

You may also like

The Lobster: Tentang Kebebasan dan Ruang Privat

Sebelum fiksi ilmiah yang bercerita tentang tema distopia