Cerpen

Cerpen

Suatu malam di tepi dermaga, Ahmad duduk termenung menikmati dinginnya angin malam yang menghembus perlahan ke wajahnya. Tak sesekali ia mendongak ke atas, disaksikannya langit navi yang mengundang ...
0

Oleh : Abdul Majid* “Hanya perjaka yang boleh mengambil pusaka milikku.” Bisikan itu Ia peroleh dari pertapaannya selama tiga purnama di sebuah hutan di Banten sana, begitu kata ...
0

“On ne meurt qu’une fois; et c’est pour si longtemps!” Moliére, Le Dépit Amoureux (1656). 14 Mei 2019 Malam, di udara. Kali ini, mereka ingin menikmati mimpi dengan ...
0

Oleh : Arjuneda Semesta Di kamar 2 kali 3 meter miliknya. Ilana menghabisi dinding kamarnya dengan spidol warna merah. Ia mencoreti sekujur tubuh dinding, dalam pikiran Ilana, tak ...
0

Desa Cibiyut namanya, tak terlalu besar wilayahnya, luasnya hanya dua puluh lima jengkal kaki ibu raksasa. Hiduplah seorang gadis bernama Lugu, bukan tukang jamu, suka pakai baju sexy ...
0

Oleh: Lian Ahmad F* Dia adalah Andrianti, seorang perempuan yang menurut teman-temanku yang selalu seksis itu; cantik. Banyak orang yang suka padanya mulai dari adik kelas sampai kakak ...
0

Setiap yang akan mati barangkali mencoba meninggalkan tanda. Entah untuk sebuah wasiat, teka-teki hidup, kesedihan, atau sebuah cerita. Barangkali itu yang sedang coba kulakukan karena aku tahu, tak ...
0

Oleh: Ni’amul Qohar* Embun yang biasa ada di pagi hari kini telah hilang. Butiran-butirannya yang bagaikan kristal mutiara tersebut telah digantikan rintikan air hujan. Yogyakarta telah memasuki musim ...
0

Oleh : Doel* Kulihat jam tanganku sudah pukul sebelas. Aku yakin dia pasti datang, dia pasti membaca secarik kertas yang kutulis. Ah..goblok kamu Raihan mana mungkin dia mau ...
0

Oleh: Doel* S EJAK tadi pagi aku menyapanya di tempat ia biasa menunggu jam kelas masuk, yaitu di pojok kampus. Dadaku berdegup kencang, untuk sebentar aku berhenti sejenak, ...
0