Cerpen

Cerpen

1 Ini pagi ketiga semenjak kematian istriku. Nampaknya kesedihan belum pula untuk sudi mampir padaku. Aku cukup sungkan pada seluruh sanak saudara, kolega, tetangga. Kesedihanku tidak terlihat sama ...
0

Suatu malam di tepi dermaga, Ahmad duduk termenung menikmati dinginnya angin malam yang menghembus perlahan ke wajahnya. Tak sesekali ia mendongak ke atas, disaksikannya langit navi yang mengundang ...
0

Oleh : Abdul Majid* “Hanya perjaka yang boleh mengambil pusaka milikku.” Bisikan itu Ia peroleh dari pertapaannya selama tiga purnama di sebuah hutan di Banten sana, begitu kata ...
0

“On ne meurt qu’une fois; et c’est pour si longtemps!” Moliére, Le Dépit Amoureux (1656). 14 Mei 2019 Malam, di udara. Kali ini, mereka ingin menikmati mimpi dengan ...
0

Oleh : Arjuneda Semesta Di kamar 2 kali 3 meter miliknya. Ilana menghabisi dinding kamarnya dengan spidol warna merah. Ia mencoreti sekujur tubuh dinding, dalam pikiran Ilana, tak ...
0

Desa Cibiyut namanya, tak terlalu besar wilayahnya, luasnya hanya dua puluh lima jengkal kaki ibu raksasa. Hiduplah seorang gadis bernama Lugu, bukan tukang jamu, suka pakai baju sexy ...
0

Oleh: Lian Ahmad F* Dia adalah Andrianti, seorang perempuan yang menurut teman-temanku yang selalu seksis itu; cantik. Banyak orang yang suka padanya mulai dari adik kelas sampai kakak ...
0

Setiap yang akan mati barangkali mencoba meninggalkan tanda. Entah untuk sebuah wasiat, teka-teki hidup, kesedihan, atau sebuah cerita. Barangkali itu yang sedang coba kulakukan karena aku tahu, tak ...
0

Oleh: Ni’amul Qohar* Embun yang biasa ada di pagi hari kini telah hilang. Butiran-butirannya yang bagaikan kristal mutiara tersebut telah digantikan rintikan air hujan. Yogyakarta telah memasuki musim ...
0

Oleh : Doel* Kulihat jam tanganku sudah pukul sebelas. Aku yakin dia pasti datang, dia pasti membaca secarik kertas yang kutulis. Ah..goblok kamu Raihan mana mungkin dia mau ...
0