Puisi

Puisi

lpm rhetor

Toilet Terima kasih untuk Tuhan yang telah sudi membayar dua ribu rupiah Untuk kucuran air dosaku yang tumpah di kamar kecil rumah-Mu Hanya malu sanggup kubayar padaMu panggil ...
0

Tanah Ibu Pertiwi untuk Siapa? Pagi ini rakyat bersorak disambut suara riuh kontraktor Tak berselang lama, rakyat bersorak disambut suara megaphone yang menggelegar di telinga rakyat yang sedang ...
0

Sajak Pelajar Kami adalah pelajar Serupa tahanan politik, para petani tanam paksa yang diperintah Jenderal Van Den Bosch, Para buruh perusahaan.   Kami buta oleh persoalan-persoalan kebutuhan Diakibatkan ...
0

Di Suatu Malam Tuhan Suatu malam, di depan rumah-Mu Ku saksikan orang berbondong-bondong Bertamu Menemui-Mu Dengan senyuman, haru kerinduan, sesal, juga keluh. Mereka saling bertegur, menjabat tangan, Tergesa-gesa, ...
0

Oleh: Nabil Muhammad*     Angkuh   Telah dimulai perjalanan tak kenal batas Perkawinan dunia nyata dan khayalan Melahirkan nafsu dan keinginan Berkembang dan mengembara dengan rakus   ...
0

Oleh: M. Jia Ulhaq   Hilir musim telah berganti, rakyat sudah menanti . Datang musim di pagi hari, dengan aroma melati berbau musim semi. . Pemilik kebun silih ...
0

Oleh: Indahhik*   Beban yang kau tanggung di punggung Tak pernah kau bagi pada yang bergantung Tubuh yang semakin ringkih Tak mengurangi semangat gigih Olehmu cinta dan kasih ...
0

Teruntuk negeriku yang katanya damai (tapi bohong) Juga teruntuk bapak ibu pejabat yang sering sekali berbohong Kalian minta kami belajar, sudah belajar tapi aspirasi kami tidak kalian dengar ...
0

Orang bilang negeriku Zamrud Khatulistiwa Tapi dari Sumatera hingga Papua Berjuta hektar hutan terbakar sia-sia Asap mengaburkan mata Tahu-tahu perkebunan baru kadung dibuka   Katanya negeriku Agraris Tapi ...
0

Rembulan mengintip dari balik kabut Sinarnya remang menerawang Menelisik pepohonan yang tinggal jadi arang   Serdadu bumi telah gugur Direnggut ketamakan Menyisakan gelap dan bau asap Pada malam-malam ...
0