Puisi

Puisi

Tanah Ibu Pertiwi untuk Siapa? Pagi ini rakyat bersorak disambut suara riuh kontraktor Tak berselang lama, rakyat bersorak disambut suara megaphone yang menggelegar di telinga rakyat yang sedang ...
0

Sajak Pelajar Kami adalah pelajar Serupa tahanan politik, para petani tanam paksa yang diperintah Jenderal Van Den Bosch, Para buruh perusahaan.   Kami buta oleh persoalan-persoalan kebutuhan Diakibatkan ...
0

Di Suatu Malam Tuhan Suatu malam, di depan rumah-Mu Ku saksikan orang berbondong-bondong Bertamu Menemui-Mu Dengan senyuman, haru kerinduan, sesal, juga keluh. Mereka saling bertegur, menjabat tangan, Tergesa-gesa, ...
0

Oleh: Nabil Muhammad*     Angkuh   Telah dimulai perjalanan tak kenal batas Perkawinan dunia nyata dan khayalan Melahirkan nafsu dan keinginan Berkembang dan mengembara dengan rakus   ...
0

Oleh: M. Jia Ulhaq   Hilir musim telah berganti, rakyat sudah menanti . Datang musim di pagi hari, dengan aroma melati berbau musim semi. . Pemilik kebun silih ...
0

Oleh: Indahhik*   Beban yang kau tanggung di punggung Tak pernah kau bagi pada yang bergantung Tubuh yang semakin ringkih Tak mengurangi semangat gigih Olehmu cinta dan kasih ...
0

Teruntuk negeriku yang katanya damai (tapi bohong) Juga teruntuk bapak ibu pejabat yang sering sekali berbohong Kalian minta kami belajar, sudah belajar tapi aspirasi kami tidak kalian dengar ...
0

Orang bilang negeriku Zamrud Khatulistiwa Tapi dari Sumatera hingga Papua Berjuta hektar hutan terbakar sia-sia Asap mengaburkan mata Tahu-tahu perkebunan baru kadung dibuka   Katanya negeriku Agraris Tapi ...
0

Rembulan mengintip dari balik kabut Sinarnya remang menerawang Menelisik pepohonan yang tinggal jadi arang   Serdadu bumi telah gugur Direnggut ketamakan Menyisakan gelap dan bau asap Pada malam-malam ...
0

Oleh: Naspadina   Pada suatu ruang yang sempit Pengap dan juga lembab   Seorang wanita berbaring Diantara infus, jarum suntik, Dan cairan berwarna-warni Dengan baunya yang busuk   ...
0