Beranda / Intermezo / Puisi / SAJAK DARAH BIRU OLEH SANG KASIH

SAJAK DARAH BIRU OLEH SANG KASIH

Merah?!
Rasanya sungkan aku bertanya dari mana, atau sejak kapan kepadamu sebagai yang tak dirindukan.
Namun naif tak kunjung membaik dikepalamu, dan membuatku malu.
Juga samudra ini yang sudah bukan tempatku dan kamu, juga milyaran sampan kecil dipermukaan yang saling mendayung raya meradang badai dihatinya.

Kapal besi berkarat begitu lamban sampai benar-benar tak kuasa mengarungi samudra.

Dimana akan ku lempar jangkarku?
Atau pelabuhan mana yang tidak mengerikan?

Sampai waktunya karam menggerogoti kapal besi dan mati bersama lukanya.

Waktu pun menghantarkan masa yang baru begitu pula benih-benih tumbuh dan buta.
Mereka tak tahu apa atau siapa “biru” itu.
Dimasanya hanya ada darah merah sebagai samudra dimana sampan bermuka diatasnya.

Ah, rasanya aku ingin mati tenggelam saja.
“Namun” ditengah kebisingan peluru dan kepala-kepala yang ditembusnya mengalir darah dimata semakin pekat mawarnai samudra.

Dan aku yang terdiagnosis melankolis akut stadium 4 membusungkan niat untuk bertemu denganmu kekasihku.

Aku sang darah biru!
Bunuhlah aku diujung tiang langit.
Beritahu kabar gembira pada mereka
Akan ada obat untuk mata hati sekalian.
Seksamakan darahku, biarkan tetesnya menjadi setitik warna pada merah darah menyamudra seraya merdu suaraku ketika pedang menghunus dada.
Dan lihatlah biru itu, kabahagiaan dan damainya menyeru luka hatimu.
Sambutlah aku kekasihku.
Kekalkan biru darahku dimerahnya samudramu yang tak akan berubah menjadi ungu. Aamiin.

Krisno Saefuloh Ardi, Laki-laki paruh sadar,  bertempat di Serang Banten. Yang masih bingung harus ngapain selain sholat. Serang. 1/10/21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *