Puisi-puisi Hairul Amin

327
Ilustrasi/Hairul Amin

Ibu Aku Ingin Pulang

Ibu aku ingin pulang

Tapi ribuan rasa ingin menghalangiku,

Bersama ratusan cita-cita yang membentenginya

Dia mendekapku, memborgolku dengan rantai rantai kekuatan dan dikunci dengan tekad dan keyakinan

 

Ibu aku ingin pulang

Tapi banteng itu selalu menjemputku saat aku bergerak selangkah dari tempatku bermukim

Dia menghalangiku bertemu dengan sapimu ibu

 

Ibu aku ingin pulang

Tapi lagi-lagi ada yang menghalanginya

Kali ini tak berbentuk apa-apa,

Tak berupa,

Tak bersuara, dan tak diketahui keberadaannya

Dia mencegahku kembali ke pangkuanmu ibu

 

Ibu aku ingin pulang

Tapi lagi-lagi dia menghalangiku

Yogyakarta,2021

 

PoliTIKAMpus

Terhuyung lemas di pelataran ingin

Terdapat banyak angin yang memanggil dingin

Kaki otak mulai gimpai digertak kenyataan

Saat terompet semangat terbungkam diam

Tak ada jeritan,

Tak ada sorakan,

Bibir itu dijahit mabni oleh finansial

Otak itu diisi penuh oleh tumpukan kotoran

Hati itu dicuci tuntas oleh rayuan

Entah siapa yang patut di comblangkan

Seekor semut yang patuh pada rajanya?

Atau seekor serigala ompong yang kehilangan taringnya?

Yogyakarta, 04 February 2022

 

Hairul Amin, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

You may also like

Katong Mbedhol Parwata (Katong Mencabut Gunung)

Sapantuk wahyuning Allah, gya dumilah mangulah ngelmu bangkit,