TEBU, Geliatkan Kritikan Lagi

(Bantul) Sabtu, 21/11/15. Teater TEBU (Teater Bantul) gelar teater dengan judul Ontang-Anting di Trirenggo, Bantul. Pagelaran kali ini juga bertepatan pada hari ulang tahun desa yang ke 69 dan dimeriahkan juga oleh KAWAT (Kawulo Warga Papat-Papat). “Isu tentang perempuan selalu menjadi daya tarik dalam pementasan teater, untuk mengangkat derajat perempuan yang sering jadi korban penindasan”, tutur Joe Jumar selaku sutradara dalam pementasan tersebut.
Tetaer ini menceritakan tentang seorang pembantu yang hamil di luar nikah,Warti, namun tak tahu siapa bapak dari anak yang dikandungnya. Warti mengaku bahwa Aryun lah bapak dari anak tersebut, namun Aryun mengelak karena ia tidak mau namanya tercoreng lantaran perbuatannya tersebut karena ia merupakan anak dari wakil bupati dan juga sedang mencalon diri sebagai bupati. Hingga berinisiatif membayar sejumlah uang agar namanya bersih dari kasus tersebut.
TEBU merupakan komunitas teater yang konsisten dengan kritik sosial dalam tiap pementasannya. “Kami tidak bisa memebuat cerita selain itu, itu, kritik sosial” ungkap Joe Jumar setelah pementasan selesai. “Setiap kita pentas, iso korupsi akan masuk”, lanjut pria alumni Fakultas Bahasa dan Sastra UNY tersebut. Ia mengaku bahwa komunitasnya melakukan pementasan tak selalu teragendakan, namun ketika merasakan  kegelisahan dan selalu mengangkat tentang isu-isu korupsi dan perempuan yang tertindas karena bias gender yang ada di masyarakat. [SyahJihan]

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi