Puisi dan Nyanyian Kekecewaan

155
Ilustrasi/Hairul

Sampai Mana?

Sesaat lagi tangis pecah di jantung dadanya, membasuh omong kosong pada malam-malam yang panjang.

Kita mungkin peristiwa yang berjalan menuju pertanyaan,

sampai mana kita akan melangkah?

 

Tangis basah mengguyur bayang-bayang, mereka mengingat riwayat cinta yang berserak di sekujur tubuhnya dan tak mampu terkubur.

Mereka menitipkan rahasia pada masing-masing hati dan isi kepala, tak ada yang tau sampai mana hidangan itu bermuara atau tidak sama sekali.

 

Sementara dada telah sesak bersama kepulan kebingungan yang sunyinya melelahkan dan bisingnya melalaikan.

Sampai mana kita akan melangkah?

Pada bunga-bunga kebahagiaan atau gugur hati dalam kesedihan?

 

September 2022

 

Di Sepanjang Doa

Ada air mata yang jatuh di sepanjang jalan dan tubuh ibu.

Ada kata yang berserak di sepanjang cerita dan keringat bapak.

Ada sesal yang riuh di sepanjang doa dan dusta anak.

Ada.

 

Mei 2022

 

JANCOK!

Kekosongan diri menyadari kau ada di kepala, kau tak lupa.

Mimik

momok

tampak

menapak

Pada masa kelak, kau nampak bersama jejak-jejak,

nyata cinta!

cinta, nyata!

Derita.

Kau hidup di sela-sela ketiak kota yang ketakutanmu lebih berharga dibanding keberanian para taik-taik yang mampet pada janji-janji.

JANCOK!

(2022)

 

DINI

Dini ini hari yang sulit

Dini ini hari yang sakit

 

Kau cari-cari gemuruh di rumahmu,

Kau cari-cari Senyum di kamarmu

Kau cari-cari tawa di teras rumahmu

Di hati, tangis tak henti.

 

Dini hari ini kau tegar nan lantang

Dini hari ini kau benar dan sayang

 

Kami tak paham, secarik apa yang kau genggam?

Sebab kami tak mampu  tenang

memandangmu, melihatmu

memandangmu, melihatmu

memandangmu, melihatmu

 

Kami malu!

Kau benar-benar Ibu

 

Kami sedih!

Kau benar-benar Ibu

 

Kami marah!

Kau benar-benar Ibu

 

(2021)

 

Nabil Muhammad Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, lahir di tanah Sumatera!

You may also like

Puisi-puisi Hairul: Kampus Rakyat kok Menjerat?

Kampus Rakyat kok Menjerat? Semburat kebahagiaan terpancar dari