Beranda / Intermezo

Intermezo

Oleh: M. Jia Ulhaq   Hilir musim telah berganti, rakyat sudah menanti . Datang musim di pagi hari, dengan aroma melati berbau musim semi. . Pemilik kebun silih berganti untuk menanam kembali . Bu...

Oleh: Indahhik*   Beban yang kau tanggung di punggung Tak pernah kau bagi pada yang bergantung Tubuh yang semakin ringkih Tak mengurangi semangat gigih Olehmu cinta dan kasih seolah tak pernah ha...

Teruntuk negeriku yang katanya damai (tapi bohong) Juga teruntuk bapak ibu pejabat yang sering sekali berbohong Kalian minta kami belajar, sudah belajar tapi aspirasi kami tidak kalian dengar Kalian m...

1 Ini pagi ketiga semenjak kematian istriku. Nampaknya kesedihan belum pula untuk sudi mampir padaku. Aku cukup sungkan pada seluruh sanak saudara, kolega, tetangga. Kesedihanku tidak terlihat sama se...

Orang bilang negeriku Zamrud Khatulistiwa Tapi dari Sumatera hingga Papua Berjuta hektar hutan terbakar sia-sia Asap mengaburkan mata Tahu-tahu perkebunan baru kadung dibuka   Katanya negeriku Ag...

Rembulan mengintip dari balik kabut Sinarnya remang menerawang Menelisik pepohonan yang tinggal jadi arang   Serdadu bumi telah gugur Direnggut ketamakan Menyisakan gelap dan bau asap Pada malam-...

Oleh : Abdul Majid* “Hanya perjaka yang boleh mengambil pusaka milikku.” Bisikan itu Ia peroleh dari pertapaannya selama tiga purnama di sebuah hutan di Banten sana, begitu kata Ambu padaku ketika per...

12345...12