Muda Meranggas

Sumber: pixabay.com

Teruntuk negeriku yang katanya damai (tapi bohong)
Juga teruntuk bapak ibu pejabat yang sering sekali berbohong
Kalian minta kami belajar, sudah belajar tapi aspirasi kami tidak kalian dengar
Kalian minta kami tenang, sudah tenang tapi tuntutan kami kalian alihkan
Kalian minta kami bersabar, sudah bersabar tapi isu keburukan negeri kalian senyapkan

Lalu kami harus bagaimana?
Duduk manis sambil menikmati negeri yang katanya semanis tempe bacem ini?
Manis apanya..
Rasanya tak jelas begini

Mohon maaf bapak ibu pejabat yang terhormat, kami hanya muda
Saat ini hanya darah dan tulang segar yang kami punya
Sedang semangat dan kewarasan kami telah meranggas
Luruh, dibabat habis oleh keadaan negeri yang dikata damai tapi bohong ini

Memang benar kata teman-teman yang berorasi
Kami lah tempat harapan yang ditumpuk-tumpuk,
Tempat bibit semangat disemai dan diberi pupuk
tapi nyatanya suara kami terus ditubruk

Maklumi jika sajakku seperti kidung petani
Meski mahasiswa ayah ibuku tetaplah petani
Sudah biasa melihat padi tumbuh lalu mati
Kecewa dengan harga panen yang membuat rugi

Lain kali, kan kubuatkan sajak anak pelaut, tukang becak dan buruh pabrik besi
sebab disini anak-anak mereka sedang menggelar aksi
mengundang bapak ibu pejabat keluar kantor dan mendengar keresahan kami

 

 

Dian Pratiwi adalah Jurnalis LPM Rhetor dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

You may also like

Puisi Ridho: Tanah Ibu Pertiwi untuk Siapa?

Tanah Ibu Pertiwi untuk Siapa? Pagi ini rakyat