Puisi Ridho: Tanah Ibu Pertiwi untuk Siapa?

gerakanaksara.blogspot.com

Tanah Ibu Pertiwi untuk Siapa?

Pagi ini rakyat bersorak disambut suara riuh kontraktor

Tak berselang lama, rakyat bersorak disambut suara megaphone yang menggelegar di telinga rakyat yang sedang bersantai ditemani kopi

Seketika rakyat terdiam, gugup, fokus terhanyut dalam kalimat lantang gagah dan tegas:

“Hari ini tanah ini akan di gusur dan akan didirikan bangunan”

.

Seketika raut wajah rakyat  yang semula riang menjadi kaku dan pasrah

Rakyat tertegun, hati bergejolak melawan, detak jantung semakin cepat, tubuh gemetar, suasana menjadi hening dan terasa panas

Rakyat tertunduk menatap tajam ke arah tanah ibu pertiwi

“Lawan” seketika seorang pemuda lantang bersorak

Suasana yang semula hening menjadi bersorak sorai “lawan lawan lawan”

.

Rakyat bersatu menuju sumber suara melangkah dengan rasa persaudaraan, bersorak dengan semangat menuju suara megaphone kontraktor yang nyaring ditelinga

.

Namun, kontraktor tanpa ketakutan dengan gagah maju dengan segala alat yang ada, dengan semangat membangun (katanya), tanpa ada rasa takut memukul mundur para rakyat proletar yang maju dengan tangan kosong bermodalkan semangat membela tanah ibu pertiwi mereka

.

Yang direbut paksa oleh kuasa kaum burjois dan alat berat yang tanpa ampun mengeruk jengkal demi jengkal tanah ibu pertiwi rakyat proletar

.

Rakyat hanya bisa mundur dengan teratur dengan wajah yang berlumuran air mata dan keringat, sambil merenung memikirkan nasib mereka ketika tanah ibu pertiwi mereka direbut paksa

.

Lagi lagi rakyat yang tak berdaya sehingga harus pasrah terhadap kuasa burjois yang tak terbendung

.

Negriku bukan lah untuk rakyat pribumi, namun negriku adalah untuk orang-orang yang pasrah dan tunduk.

 

Ridho, Magang LPM Rhetor, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

You may also like

Puisi-puisi Kusharditya Albi

Toilet Terima kasih untuk Tuhan yang telah sudi