Pasar Tradisional Riwayatmu Kini

lpmrhetor.com – Zaman millenial kini kalau mau belanja kebutuhan bulanan bahkan harian cukup dilakukan dengan gawai. Melalui sentuhan dan guliran semua bisa dilakukan. Tak perlu repot menenteng tas kresek dan berdesakan mencari jalan.

Menjamurnya Supermarket, Swalayan, dan Pusat Perbelanjaan makin membuat belanja lebih nyaman.

Namun keberadaan Pasar Tradisonal bukan berarti dilupakan.

Sesuai Peraturan Mentri Perdagangan Republik Indonesia no 53/M-DAG/PER/12/2008, penyebutan Pasar Tradisonal mengacu pada pasar yang dibangun/dikelola oleh Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat yang berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli dagangan melalui tawar menawar.

Pasar Stan, terletak di Jl. Raya Tajem no.18 Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Resmi berdiri sejak 1970 sebagai pasar tradisional milik Pemerintah Desa.

Di tahun 2013 tercatat telah berdiri sebanyak 109 kios dan terus mengalami pertambahan jumlah karena ada pengembangan pasar.

Pasar Stan ini menjual berbagai kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat. Seperti sembako, daging, sayur, buah, pakaian, dan penunjang lainnya.

Deskripsi Foto

Foto 1: Lorong masuk sebelah barat Pasar Stan yang bersih. (Dok. Rhetor/Ina)

Foto 2: Salah satu angkiran pasar yang masih buka di tepi jalan. (Dok. Rhetor/Ina)

Foto 3: Sudut barat Pasar Stan yang sudah sepi menjelang siang pukul 11.00 WIB. (Dok. Rhetor/Ina)

Foto 4: Lorong pintu masuk utama Pasar Stan terletak di sebelah timur. Menjelang siang para pedagang mulai menutup kiosnya. (Dok. Rhetor/Ina)

Foto 5: Aneka ragam barang dagang salah satu pedagang seperti kacang hijau, bawang merah, beras dan bumbu dapur. (Dok. Rhetor/Ina)

Foto 6: Kios buah ditempatkan satu deret persis di tepi jalan raya. (Dok. Rhetor/Ina)

Foto 7: 10 tundun pisang mentah menanti untuk laku terjual. (Dok. Rhetor/Ina)

Foto 8: Warna warni aneka buah yang diperdagangkan beberapa kios buah di Pasar Stan. (Dok. Rhetor/Ina)

Fotografer: Ina Nurhayati

Editor: Ina Nurhayati

You may also like

Gaung Penolakan IMF-WB Sampai Yogyakarta

lpmrhetor.com – Gemuruh suara penolakan gelaran Annual Meeting