Oleh: Annisa Hidayati*
Asal komunisme dimusuhi di Indonesia
Komunisme atau yang identik dengan partainya yakni partai komunisme Indonesia, adalah sesuatu hal sensitive dan dianggap bahaya di republik ini. Komunisme merupakan sebuah ideologi yang berkenaan dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi yang memiliki tujuan terciptanya masyarakat komunis dengan aturan sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama alat produksi dan tidak adanya kelas sosial, uang, dan Negara.
Meskipun tidak semua semua rakyat Indonesia mengetahui secara pasti apa itu komunisme, namun image dan penilaian mengenai komunisme kurang baik di mata masyarakat. Sejak orde baru, berbagai kampanye anti PKI dan anti komunisme terus digalakkan bahkan sampai melalui tayangan film. Sehingga bisa dikatakan jika kemudian komunisme memilki label “buruk” di mata masyarakat.
Film G 30/SPKI merupakan tontonan sejarah yang sekaligus dijadikan sebagai alat propaganda oleh pemerintah orde baru. Berbagai adegan dalam film menggambarkan pemberontakan dan kejahatan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia dengan tujuan ingin menggulingkan pemerintahan yang sah pada saat itu.
Salah satu adegan keji yang dilakukan oleh Partai Komunisme Indonesia dalam film tersebut adalah adegan dimana para jenderal dipukuli hingga tewas. Sementara para penyiksanya yang tidak lain adalah orang-orang komunis tertawa bengis sambil menyanyikan lagu ‘genjer-genjer.
Sungguh ironis bukan? Bahkan dalam film tersebut, juga diceritakan adanya penculikan tujuh jenderal yang kemudian di bawa ke lubang buaya, disiksa hingga tak bernyawa dan mayatnya dimasukkan ke dalam sumur tua.
Adegan-adegan keji dalam film G30 S/PKI yang diputar setiap tanggal 30 September seolah menjadi doktrin pelabelan bejatnya komunis di Indonesia. Masyarakat pun lagi-lagi ‘dipaksa’ mengamini kekejian dari komusnis tersebut.
Komunisme kemudian menjadi musuh publik, sesuatu yang harus dihindarkan dari masyarakat karena hanya akan mengancam kedaulatan rakyat Indonesia. Komunisme dan tetek bengeknya menjadi sesuatu yang mesti di singkirkan dan bumi nusantara.
Meskipun rezim orde baru telah selesai, namun sampai saat ini komunisme masih dianggap tabu dan berstempel buruk bagi sebagian masyarakat. Konstruk yang sebelumnya dibangun pada masa orde baru nampaknya berhasil mengarahkan masyarakat dalam mmeberi penilaian terhadap komunisme dan berbagai atribut-atributnya.
Asal-usul fitnah komunisme dianggap paham tak beragama
Apakah benar jika dikatakan bahwa komunisme bukanlah paham yang percaya pada agama? Bukanlah paham yang percaya pada Tuhan? Ideologi komunisme merupakan sistem politik sosial ekonomi dan kebudayaan yang berdasarkan ajaran dari Marxisme-Leninisme.
Dalam buku karya Sukarna yang berjudul ideologi suatu studi ilmu politik: fasisme, komunisme, liberalisme, pancasila, islam. Dikatakan bahwa salah satu pokok ideologi dari ajaran Marxisme-Leninisme adalah “distrust of God (tidak mempercayai Tuhan)”.
Manusia menurut ajaran komunisme merupakan subjek yang menentukan segala-galanya, bukanlah objek yang ditentukan atau bahkan dikendalikan. Manusia mampu memecahkan setiap masalah yang dihadapainya dengan kekuatan pikiran yang dimilki. Kekuatan pikiran merupakan kunci dari pemecahan berbagai persoalan.
Ketidakmampuan dalam mengatasi permasalahan mengakibatkan manusia kemudia percaya kepada kekuatan di luar yakni Tuhan. Manusia yang percaya kepada Tuhan, dan tidak mampu menyelesaikan permaslahannya sendiri menurut ajaran komunisme berarti meyakini bahwa kekuatan luarlah (Tuhan) yang menguasai dan menentukan kehidupan.
Kepercayaan kepada Tuhan, agama, dan perangkat-perangkat lainnya merupakan suatu hal yang bertentangan dengan alam pikiran sosial-komunis. Dalam alam pikiran sosial-komunis dikatakan bahwa setiap persoalan dapat diatasi dan diselesaikan dengan kekuatan pikiran manusia itu sendiri. Bahkan menurut masyarakat komunis, permasalahan sosial-ekonomi dalam masyarakat itu menjadi hilang.
Ketidakpercayaannya komunisme terhadap agama juga nampak jelas dalam kutipan karya Karl Marx dan F. Engels dalam buku On Religion, terbitan Foreign Languages Publishing House, Moscow 1957 halaman 140, sebagai berikut:
In the free society there can be no religious worship, for every member of it has got beyond the primitive childish superatition that there are beings, behind nature or above it, who can be influenced by sacrifices or prayer.
Di dalam masyarakat kelas (komunis) tidak ada peribadatan agama, oleh karena setiap anggota masyarakat telah lepas dari ketakhayulan yang bersifat primitive dan kekanak-kanakan bahwa di balik atau di atas alam semesta ini ada Tuhan, yang dapat dipengaruhi dengan pengorbanan-pengorbanan dan do’a-do’a.
Hal yang bertentanagn antara komunisme dan Pancasila
Komunisme dan Pancasila adalah dua ideologi yang berbeda, bahkan satu sama lain berusaha untuk saling menggulingkan. Komunisme yang melakukan berbagai pemberontakan-pemberontakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang berideologi pancasila.
Sementara pemerintah (ideologi Pancasila) berupaya untuk mengusir komunis dan antek-anteknya dengan beragam cara, karena dianggap membahayakan posisi pemerintahan.
Komunisme sebagai sebuah ideologi yang memilki berbagai pokok-pokok ajaran memiliki ketidaksamaan dengan ideologi Pancasila. Seperti yang telah disinggung pada pembahasan sebelumnya mengenai komunisme yang dikatan sebagai paham yang tidak mempercayai adanya Tuhan.
Hal ini jelas bertentangan dnegan sila pertama pancasila ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Indonesia sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi dan mempercayai adanya kekuatan spiritual, yang mengatur, menguasai, dan mengendalikan kehidupan.
*Annisa Hidayati, merupakan mahasiswa KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta cum salah satu staff redaksi di lpmrhetor.com.







