Kelas Fotografi: Belajar Zooming Setelah Kenal Panning

dok: Rhetor/Fajril Haq

lpmrhetor.com – Pada tulisan sebelumnya ane udah sedikit ngebahas tentang teknik panning. Apa itu teknik panning, gimana caranya, dan wejangan ala kadarnya. Nah, kali ini ane bakal ngupas sedikit tentang sodara atau teman deket si teknik panning, namanya teknik zooming.

Teknik zooming masih termasuk teknik dasar dalam fotografi dan mengandalkan lowspeed. Seperti yang udah ane tulis di awal, teknik ini nggak jauh-jauh sama teknik panning, hanya beda di pengambilan gambarnya.

Baca juga: Kelas Fotografi:Kenalan Sama Teknik Panning

Teknik zoomingmerupakan teknik yang digunakan untuk memberikan kesan bergerak pada suatu objek menuju ke satu titik, yaitu: ditengah, kemudian akan memberikan kesan bokeh juga. Kurang lebih begitu pengertiannya.

Seperti namanya, teknik ini mesti pakai lensa yang bisa nge-zooming atau memperbesar. Maksudnya, lensa yang memiliki panjang fokus tertentu, misal lensa kit atau tele.

Kenapa harus pake lensa dengan panjang fokus tertentu sih?

Ya, karena perbedaannya dengan teknik-teknik lain ada pada cara pengambilan fotonya, dengan memutar gelang lensa ataupun zoom in/out.

Apa yang disiapin?

Hal yang pasti itu, ada kamera dulu. Inget, itu yang paling penting.

Fyi, ane make DSLR Canon seri 60D, tapi pada dasarnya, apapun kamera yang digunakan nggak terlalu berbeda hasilnya, kecuali kamera HP, itu ngak ane itung.

Nah serius. Jadi secara pengaturan kamera, zooming ini sama kaya ngatur panning. Intinya pada keterampilan memakai shutterspeed (SS). Biasanya, set shutterspeed nya di 1/15 – 1/60, udah pas segitu.

Kenapa harus segitu?

Jika dibawah 1/15 takutnya objek yang ingin kita ambil nggak kefoto, malah nge blur semuanya. Kalau di atas 1/60 objek yang difokusin memang dapat, tapi efek zooming nihil, hasilnya cuma foto biasa.

Kemudian set ISO dan aperture menyesuaikan dengan shutterspeed, tergantung kondisi cahaya dan kebutuhan kita. Itu buat setnya, yah.

Prinsipnya gini, saat objek foto yang dibidik tampak kurang tajam, naikkan shutterspeed. Saat background kurang blur, turunkan shutterspeed-nya. Gampang-gampang susah lah, ya.

Nah, baiknya itu lebih nyaman pakai tripod yang stabil. Karena dibutuhkan ketika kita muter gelang lensanya, biasanya bakal terjadi goncangan, dan itu memengaruhi kualitas fotonya.

Gimana caranya ?

Pada teknik panning, kita mengikuti arah gerak benda horizontal maupun vertikal, hingga menghasilkan objek yang seakan bergerak dan fokus pada objek yang diikuti, sedangkan sekelilingnya blur.

Pada teknik zooming, kita memfokuskan pada objek dengan posisi lensa zoom out, kemudian seiring shutter ditekan, gelang zoom diputar zoom in. Simpelnya begitu.

Nah, ane sendiri biasanya gunain mode manual (M) buat menyesuaikan shuttterspeed nya, tapi kalau mau gampangnya, bisa make mode TV, atau S (Shutter Priority) yang ada pada set kamera.

Kemudian saat mau take fotonya, coba sesuaikan kecepatan shutter dengan kecepatan tangan ketika muter gelang zoom in/out dan kurangi goncangan pada kamera.

Karena masih sama-sama belajar, saran ane coba dulu pada benda diam, biar lebih gampang ngatur dan juga fokusinnya. Nanti kalau udah mahir baru ke benda yang bergerak, kaya motor, mobil, pesawat, atau ufo sekalian. Ntaps.

Oiya, biar lebih menarik pada foto, gunain latar/background yang berwarna, agar terkesan hidup.

Terakhir, teknik ini dan teknik apapun kuncinya ada pada ketekunan dalam mengasahnya, kalo cuma dibaca mah kaga ngefek, kalau nggak dipraktekin.

ket. SS 1/25 ISO -125 f/11
ket. SS 1/25 ISO-125 F/11

So grab your camera and let’s get started

 

Fotografer: Ahmad Fajril Haq

Editor: Ina Nurhayati

You may also like

Photo Story: Sejarah Telah Mencatat #GejayanMemanggil

lpmrhetor.com – Sejarah akan selalu terulang. 8 Mei