Tuntut Pencabutan SK DO, Mahasiswa Bentrok Dengan Satpam


“satpam kampus berusaha menghadang demonstran memasuki gedung Rektorat, Rabu, 16/3 ” (Doc: Rhetor-Hadi)

(Rhetor_Online-UIN) Aksi menuntut pencabutan SK DO (drop out) Yeyen, mahasiswa fakultas Dakwah, di gedung rektorat UIN Sunan Kalijaga berlangsung ricuh, Rabu (16/3). Kejadian berawal ketika mahasiswayang berjumlah sekitar 60 orang  mendapat hadangan dari satpam  kampus dan karyawan rektorat saat berusaha memasuki  gedung rektorat.
Menurut Sudiyono, salah seorang satpam yang ikut menghadang massa menyesalkan tindakan mahasiswa yang sudah terlalu sering mengganggu ketertiban kampus. “Saya mendukung yang namanya demonstrasi, karena itu bagian dari demokrasi. Tapi kalau setiap aksi selalu merusak, kami tidak akan tinggal diam,” keluhnya saat di temui setelah situasi sedikit mereda.
Sejalan dengan Sudiyono, salah seorang pegawai perempuan menganggap tindakan tersebut tidak intelek. “Katanya mahasiswa itu intelek, tapi ini mainnya aja sangat gak intelek. Asal gruduk,” ujar perempuan yang tidak mau disebutkan identitasnya ini.
Di sisi lain, massa aksi lewat orasi dan selebarannya berniat melakukan aksi damai untuk menemui jajaran rektorat. “Kami hanya ingin masuk dan menemui jajaran rektorat, bukan untuk berkelahi,” sesal Arif Hidayatullah selaku korlap aksi.
Selain menuntut pencabutan SK droup out, massa yang mengatasnamakan Keluarga Besar Maasiswa UIN (KBMU) ini menuntut revisi pedoman akademik dan pemberhentian kaprodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Arif maftuhin dari jabatannya. [Hadi M]

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi