Sempitnya Ruang Publik, Undang Aksi Mahasiswa

massa aksi saat melakukan demonstrasi

 lpmrhetor.com, Yogyakarta-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam massa aksi melakukan demonstrasi di depan gedung Rektorat, Senin (20/03). Ruang Publik  menjadi sangat penting perannya, selain pendidikan dalam petak kecil, bernama kelas, ruang publik menjadi tempat bagi para mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akdemisnya. Sebagaimana isi pers rilis yang tersebar saat berlangsungnya aksi tersebut.

Tuntutan-tuntutan yang di usung oleh masa aksi kepada pihak Rektorat, perihal:

  1. Buka kembali kampus 24 jam.
  2. Perbanyak ruang publik.
  3. Perjelas ruang-ruang publik kampus.
  4. Fungsikan laboratorium jurusan sebagaimana mestinya.
  5. Tingkatkan sistem keamanan kampus.
  6. Menuntut keberpihakan birokrasi kampus untuk kepentingan mahasiswa.

Fahri, selaku Koordinasi Umum, melakukan audiensi kepada Pihak Rektorat dan jajarannya. Akhirnya, tuntutan tersebut mendapat tanggapan. Waryono, Wakil Rektorat III, keluar untuk menemui masa aksi dan menyampaikan beberapa tanggapan terkait beberapa tuntutan.

Yang pertama, yang disampaikan oleh rektorat dan kami. Dari 6 tuntutan, beliau menyampaiakan, ungkap Waryono yang kemudian membacakan beberapa keputusan sebagai berikut:

  1. Terkait kampus 24 jam, tidak bisa diterima.
  2. Ruang publik di kampus, akan dievaluasi kembali.
  3. Laboratorium terpadu UIN Sunan Kalijaga yang semula pengelolaannya di bawah Universitas, akan kembali untuk Universitas dalam hal pengelolaan. Dan seluruh mahasiswa berhak mengakses laboratorium tersebut.
  4. Rektor akan mengevaluasi sistem kampus dan mengoptimalakan fungsi-fungsi civitas yang ada.
  5. Terkait keberpihakan kampus, masa aksi lebih mengidentifikasi sesuai data-data dan menulis secara terperinci.

Itulah jawaban-jawaban yang diberikan oleh Waryono. Dari situ memunculkan beberapa tanggapan, salah satunya dari Anam, massa aksi. Bapak berkata tuntutan tersebut akan disegerakan , kira-kira kapan?” tanya mahasiswa Fakultas Adab dan Ilmu Budaya.

Pertanyaan itu ditanggapi denga enteng, “Sesuai dengan hasil audiensi tadi, kita akan ketemu hari Rabu. Berarti, minggu depan sudah ada keputusan,” tutur Waryono. Penuturan itu mendapat respon yang menampakkan ketidakpuasan massa aksi atas keputusan tersebut. []

 

 

 

Editor: Ika Nur K.

You may also like

Ini Sikap GNP Soal Permenristekdikti No. 55 Tahun 2018

lpmrhetor.com – Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) Yogyakarta akhirnya