Revisi UKT, Waryono Jamin Biaya Gratis Untuk Angkatan 2015 Hingga Wisuda

"WR II Waryono menandatangani surat pernyataan revisi UKT, 08/03" (Doc: Rhetor-Fai)"WR II Waryono menandatangani surat pernyataan revisi UKT, 08/03" (Doc: Rhetor-Fai)

            (Rhetor_Online-UIN) Seluruh Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 2015 yang tergabung dalam Lintas Surya Perjuangan melaksanakan aksi tuntutan menagih revisi Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebelumnya, revisi UKT dijanjikan beberapa bulan lalu oleh pihak birokrasi kampus di depan gedung rektorat pada Selasa (8/3).

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap pihak rektorat yang telah mengingkari janjinya untuk melakukan revisi UKT secara merata. Menurut mahasiswa, pihak rektorat sengaja menunda-nunda waktu agar revisi tidak dilaksanakan.
“Kami sudah kecewa, hanya janji dan janji saja yang mereka (birokrat) berikan. Namun realisasinya nol. Kita jangan tinggal diam atas kebohongan ini,” kata Azam, koordinator aksi, dalam orasinya.
Massa aksi memaksa pihak rektorat menemui mereka di depan gedung. Namun karena waktu yang terlalu lama massa aksi terpaksa membakar ban di dalam gedung. Setelah aksi pembakaran ban itu akhirnya Wakil Rektor Bidang Administrasi, Dr. H. Waryono. M. Ag. , mau menemui massa aksi.
Terjadi dialog antara Waryono dengan massa aksi. Waryono mengatakan bahwa permasalahan revisi UKT telah selesai, ia ber-statementbahwa proses verifikasi data mahasiswa yang mengajukan banding telah dilaksanakan dan revisi telah menemui final. Waryono bahkan memberikan Surat Keputusan Rektor (SK Rektor) kepada massa aksi. Namun massa aksi marah lantaran data mahasiswa yang direvisi yang berada dalam SK tersebut adalah data bodong.
“Ini kok Adab cuma tiga orang pak. Yang satu orang lagi kansudah keluar, gak kuliah lagi. Padahal yang melakukan banding kan banyak pak, gak cuma tiga orang,” kata Anam, salah satu massa aksi dari Fakultas Adab.
Waryono mengatakan bahwa mahasiswa yang belum diberi SK adalah masih dalam proses verifikasi. Padahal menurut massa aksi bila proses verifikasi memang belum selesai mengapa sudah turun SK.
Akhirnya Waryono meminta kepada massa aksi untuk diberikan lagi waktu selama sebulan kedepan untuk melakukan proses verifikasi lanjutan. Massa aksi yang marah tidak percaya dan menuntut Waryono untuk memberikan jaminan apabila janji tersebut kembali tidak ditepati.
“Ya, berikan kami waktu satu bulan ke depan untuk mengkaji ulang proses revisi ini. Jaminannya silahkan kaliah pilih, terserah kalian,” kata Waryono dengan megaphone.
Jaminan berupa biaya pendidikan gratis bagi seluruh mahasiswa angkatan 2015 hingga wisuda yang ditwarkan oleh mahasiswa disetujui oleh Waryono. Waryono bahkan membuat surat pernyataan yang berisi janji pihak rektorat untuk melakukan revisi UKT dalam tenggat waktu satu bulan.
“isi surat pernyataan, jika dalam waktu satu bulan tidak ada revisi, maka seluruh mahasiswa angkatan 2015 bebas biaya kuliah” (Dok: Rhetor_Fahri)
“Bila dalam tenggat waktu 8 Maret 2016 hingga 8 April 2016 tidak terealisasi, maka jaminannya adalah seluruh mahasiswa angkatan 2015 dibebaskan biaya pendidikan sampai dengan wisuda,” begitu isi salah satu paragraf dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Waryono di atas materai tersebut.
Dengan hasil tersebut, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan damai. [Fahri]

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi