Jurnalisme Kolaborasi: Memaksimalkan Dampak dari Sebuah Pemberitaan

249
dok/lpmrhetor/yusrial

Lpmrhetor.com- “Isu kekerasan seksual 3 atau 4 tahun yang lalu sama sekali engga menarik [untuk diberitakan oleh media nasional-red],” Hal itu diungkapkan oleh Fahri Salam, Pemimpin Redaksi Project Multatuli, dalam acara bedah buku #NamaBaikKampus: Kolaborasi Media Ungkap Berbagai Dugaan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Indonesia karya Sarjoko S. Acara tersebut dilaksanakan di Gedung Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga pada Sabtu (17/09/2022).

Kolaborasi media dalam mengungkap kekerasan seksual di kampus dipicu oleh pemberitaan pers kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Balairung pada tanggal (08/11/2018). liputan tersebut merupakan penemuan kasus kekerasan seksual yang dialami oleh Agni (nama samaran) ketika ia sedang mengikuti kegiatan Kerja Kuliah Nyata (KKN). Sarjoko, selaku penulis buku menganggap berita Balairung telah membawa budaya baru dalam perkembangan jurnalisme saat ini.

“Laporan Balairung membawa culture baru yaitu liputan itu harus memiliki keberpihakan,” ungkap Sarjoko ketika menjelaskan isi dari buku yang ia tulis.

Kasus Agni telah mengubah arah pemberitaan media nasional kala itu. Menurut Fahri Salam, yang pada saat dikeluarkannya laporan Balairung masih bekerja sebagai editor di Tirto mengungkapkan, hampir semua media-media di Jakarta tidak memiliki topik pemberitaan yang hendak diangkat. Lalu, pemberitaan Balairung tentang kekerasan seksual muncul ke permukaan. Lantas, media-media arus utama berbondong-bondong untuk memberitakan kasus kekerasan seksual di UGM.

“Kalau melihat media-media di Jakarta yang disetir oleh pasar, algoritma, dan klik, tertarik untuk memberitakan soal kriminal, prostitusi, dan juga politik,” ujar Fahri Salam.

Kasus Agni kembali ramai diperbincangkan tiga bulan berikutnya lantaran kasus itu akan diselesaikan lewat jalur non-litigasi (damai). Sehari berselang, empat media online melakukan kolaborasi untuk melakukan investigasi terhadap kasus Agni. Empat media itu adalah: Tirto, Vice Indonesia, The Jakarta Post, dan BBC Indonesia. Keempat media tersebut sama-sama mengeluarkan liputan investigasi menyoal kasus Agni.

Dari kolaborasi keempat media itulah yang kemudian dijadikan topik pembahasan Sarjoko dalam tesisnya. Lalu, pertanyaannya, apa itu jurnalisme kolaboratif? Di dalam bukunya, Sarjoko mengemukakan dua hal utama dalam kolaborasi, yaitu, melengkapi sumber daya organisasi dan memaksimalkan dampak dari konten yang diproduksi.

Masih dalam buku yang sama, menurut Sarjoko, kolaborasi ini muncul dari kesadaran media untuk bekerja sama dengan media lain agar menimbulkan dampak yang besar dari sebuah pemberitaan. Kemudian, lanjut Sarjoko, kolaborasi ini juga secara langsung melakukan kerja-kerja advokasi dan akhirnya tercipta pula istilah “jurnalisme advokasi”.

Konten-konten yang diproduksi oleh beberapa media yang berkolaborasi akan menimbulkan dampak yang begitu maksimal. Maka, Fahri Salam, mewanti-wanti kepada media yang ingin berkolaborasi agar sebelumnya mengetahui tujuan diadakannya kolaborasi bersama media lain.

Selain itu, Fahri Salam juga memaparkan beberapa pesan bagi Pers Mahasiswa yang tertarik untuk melakukan kolaborasi.

“Aku ngomong secara teknis sebagai wartawan. Kolaborasi itu kalau temen-temen aktif dalam Pers Mahasiswa, jika kalian ingin berkolaborasi, pikirkan, kolaborasi itu untuk apa? Jangan untuk gaya-gayaan. Pikirkan dampaknya. Kalian bikin kolaborasi itu mau nyari apa? Goalsnya apa?” jelas Fahri Salam.

Terlebih ketika memberitakan tentang kekerasan seksual. Media harus memikirkan concern penyintas. Hal tersebut sangat penting dalam penulisan berita yang menyoroti kekerasan seksual. Jika penyintas menampakkan keraguannya terhadap media, jangan memaksa penyintas untuk bicara lebih lanjut.

“[Media] jangan menjadi hero. Hero syndrome. Jika penyintas merasa ragu-ragu, jangan dilanjutkan. Project Multatuli mempunyai SOP [Standar Operasional prosedur] yang sangat ketat terkait pemberitaan kekerasan seksual. Saking ketatnya, tidak ada yang ingin untuk menulis berita tentang kekerasan seksual,” pungkasnya. []

Reporter: Hifzha Aulia Azka

Editor: Muhammad Rizki Yusrial

You may also like

Menggapai Keindahan Melalui Pernikahan yang Berkeadilan

lpmrhetor.com- “Keputusan apapun itu di dalam hidup harus