Detik-Detik Penutupan TPS FDK Diwarnai Adu Mulut

Cekcok : Peserta Pemilih Pemilwa Adu Mulut dengan PPUM-F Karena Kecewa Pencoblosan Akan Ditutup. Doc : Fahri, Rhetor_Online

UIN-Rhetor_Online – Prosesi pencoblosan Pemilihan wakil Mahasiswa (Pemilwa) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) pada Kamis (3/12) sore sempat diwarnai adu mulut. Kontak mulut terjadi antara Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas (PPUM-F) dan beberapa calon pemilih yang mengantre sejak siang hari. Adu mulut terjadi setelah salah satu panitia mengumumkan bahwa tempat pemungutan suara (TPS) akan ditutup 30 menit lagi, sedangkan di tempat antrean masih berjubel puluhan calon pemilih.

“Pengumuman, Setelah pukul 17.00 WIB, TPS akan ditutup. Walaupun masih ada antrean panjang, mohon maaf akan kami tolak,” teriak seorang panitia di tengah puluhan calon pemilih.

Teriakan itu sontak saja mengundang reaksi para calon pemilih. Sekitar lima hingga enam orang calon pemilih menghampiri panitia dan berteriak-teriak kecewa, sambil memanggil-manggil ketua panitia untuk dimintai keterangan.

“Mana ini ketua panitianya, masa ini sudah antre lama-lama malah jadi golput,” teriak Fahri, calon pemilih dari jurusan Management Dakwah.

Ketua panitia menghampiri kerumunan calon pemilih yang melakukan protes tersebut. Dialog pun dilakukan. Calon pemilih yang kecewa dengan kinerja panitia mengaku menyayangkan apabila panitia yang seharusnya memfasilitasi suara demokrasi mahasiswa malah justru membuat mereka golput.

“Mohon maaf sebelumnya, kita juga punya pimpinan yang harus ditaati. Pengambilan suara seharusnya sudah selesai sejak pukul 16.00 WIB tadi, namun untungnya birokrasi masih memberikan keluwesan hingga pukul 17.00 WIB, makannya mau tidak mau harus kami tutup,” Kata ketua PPUM-F, Atik, saat dilakukan dialog.

Namun para calon pemilih tetap tidak menyetujui keputusan panitia. “Ya sudah begini saja, ini sisa terakhir harus dihabiskan. Jika ada yang datang lagi, tidak kita terima, bagaimana,” kata seorang calon pemilih bernama Sandi sambil memberikan tawaran.

Tawaran itu pun diterima oleh panitia. Akhirnya sisa calon pemilih sore hari itu tetap dihabiskan. Jalan masuk TPS pun diblokade untuk menghalangi calon pemilih lain yang terlambat datang. Proses pencoblosan pun dapat diselesaikan. Hingga akhir prosesi, Rhetor_Online tidak menemui lagi adu mulut atau gesekan-gesekan lainnya.[Fahri]

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi