By: Fahri Hilmi
Di negeri hijau berasap hitam,
Lalu lalang langkah dan kota berserakan
Subur makmur pula hilang dari pemahaman
Di hadapan mata tanah surgawi
Haknya ditanami makhluk bagi kehidupan makhluk
Malahan mereka inginkan julang jendela di langit ditumpu besi
Industri lagi, hotel lagi, komoditi lagi.
Busuk !
Di negeri hijau berasap hitam,
Saat ini rakyat bertempur lawan rakyat
Lebih sadis dari pedang terhunus lanus
Perang ideologi warna medan di laga
Kabur sudah. Pecahkan saja, Bung, kaca itu biar gaduh
Biar Tuhan pun mendengar, di bumi hijau, tak layak lagi menghijau
Karena hamba-hamba-Nya
Melenggang tancapkan besi dan membakarnya
Demi negeri yang terlahir hijau
Yang takdirnya berselimut pekat asap, hitam
Jeritkan saat ini juga, satu kalimat padat
“Kami ingin tanah kami!”










