Peran Anak Muda dalam Mewujudkan Demokrasi yang Ideal

179
dok/lpmrhetor/olivia

lpmrhetor.com- Kaum muda masa kini sudah seharusnya menjadi garda terdepan dalam mewujudkan demokrasi yang baik di masyarakat. Hal ini lah yang disampaikan oleh perwakilan Koalisi Lintas Isu, Firda Ainun dalam diskusi yang bertajuk “Anak Muda Berbicara: Melawan Mis & Disinformasi, Demi Demokrasi yang sehat”. Diskusi ini dilaksanakan di gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga pada Jum’at (18/11/2022).

Mahasiswa atau anak muda diharapkan menjadi fungsi kontrol sosial demokrasi Indonesia. Bilamana ada kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat, sudah seharusnya anak muda menyuarakannya lewat kebebasan berbicara yang sudah diatur Undang-Undang.

“Demokrasi ini sebagai kontrol rakyat terhadap keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah,” ujar Firda.

Hal tersebut dilakukan karena anak muda maupun mahasiswa sejatinya punya privilese berupa melek terhadap teknologi. Dalam hal ini, menurut Firda, menyuarakan pendapat atau membela kelompok-kelompok rentan bisa dilakukan dengan kemampuan mengoperasikan berbagai aplikasi. Sehingga mudah dijangkau berbagai kalangan.

“Sebagai kaum muda yang terbiasa dengan canva dan capcut, bisa mengedit terkait dengan melindungi hak-hak minoritas, memajukan posisi kelompok rentan. Yang seharusnya proses ketahanan demokrasi ini berlangsung,” lanjutnya.

Nivan Dhamija juga mengatakan hal yang serupa. Menurut Volunteer LKiS dari Princeton University itu, bahwa peran anak muda sangat dibutuhkan untuk demokrasi. Ketiadaan peran anak muda, akan memudahkan tokoh politik untuk memuluskan niat-niat terselubung mereka.

Ia menjelaskan bagaimana pengaruh anak muda di Amerika Serikat. Pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2020 yang dimenangkan oleh Joe Biden itu, sangat dipengaruhi oleh anak muda. Di tengah mis/disinformasi yang beredar, jumlah pemilih muda mengalami peningkatan.

“Meskipun dengan tujuh persen tingkat kepercayaan anak muda akan kesehatan demokrasi, tapi jumlah suara pemilih muda pada pemilu 2020 sangat memengaruhi kelangsungan demokrasi di Amerika,” katanya ketika memaparkan pengaruh anak muda pada demokrasi di Amerik Serikat.

Selanjutnya, pembicara dari Yayasan LKiS (Lembaga Kajian Islam dan Sosial), Luthfi Aziz mengatakan bahwa mempertahankan demokrasi yang ideal harus dibarengi dengan kemampuan menyaring hoaks dengan baik. Menurutnya, hoaks sangat berpengaruh pada ketahanan demokrasi.

Indonesia adalah negara Multikultural. Sehingga, bukan hal asing jika menemukan keberagaman dan perbedaan. Menurut Luthfi, Jangan sampai perbedaan tersebut memantik terjadinya berita hoaks dan mis/disinformasi.

“Di sinilah hoaks semakin berperan mudah dalam regresi [menurunkan] ketahanan demokrasi sehingga mudah terprovokasi dan terpecah-belah,” pungkas Luthfi.[]

Reporter: Olivia Subandi & Umar Hasan (Magang)

Editor: Muhammad Rizki Yusrial

You may also like

Menggapai Keindahan Melalui Pernikahan yang Berkeadilan

lpmrhetor.com- “Keputusan apapun itu di dalam hidup harus