Mahasiswa Keluhkan Pembagian Kelompok KKN yang Bermasalah

lpmrhetor.com – Pembagian kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga kali ini tidak berjalan mulus.  Hal ini seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta KKN dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Kamis (21/6).

Mahasiswi  yang tidak ingin disebutkan namanya ini menuturkan bahwa pembagian kelompok KKN mengalami keterlambatan dari waktu yang sudah dijadwalkan. Ia menambahkan, setelah daftar kelompok diumumkan pun masih terdapat banyak kekeliruan.

“Kebingungan saat nunggu pengumuman kelompok KKN, soalnya telat banget dari jadwal, dan pas dapet kelompoknya masih bingung juga, soalnya ada nomor kelompok yang beda pada satu kolom, entah human error atau apa,” ungkapnya kepada lpmrhetor via WhatsApp.

Tak lama setelah pengumuman daftar kelompok KKN diliris. LPPM pun kembali meliris  71 nama mahasiswa yang input datanya belum lengkap. Namun, pengumuman tersebut justru menambah keresahan mahasiswa. Hal ini seperti yang disampaikan oleh calon peserta KKN berinisial YH.

“Ada sekitar 70 mahasiswa termasuk saya, tidak terdaftar dalam pembagian kelompok, itu masalah utamanya,” aku YH.

YH menambahkan bahwa ia telah melakukan semua tahapan guna mengikuti KKN, namun namanya justru tertera dalam SK Pengumuman No. B- 2839/Un.02/L.3/PP.06/06/2019 Tentang Penyelesaian Administrasi Bagi Peserta KKN yang Belum Masuk dalam Kelompok Lokasi UIN Sunan Kalijaga T.A 2018/2019 (Angkatan ke-99).

Hal serupa juga dialami oleh Aamaliyah Herdiati. Namanya juga tercatat sebagai salah satu mahasiswa yang belum menyelesaikan proses administrasi. Padahal menurutnya, ia telah melakukan semua proses yang ada.

“Udah semua persyaratannya aku ikutin, tapi ya gitu tiba-tiba nggak ada nama ku. Waktu itu ada masalah di cek kesehatan, belum kecentang di SIA,” ungkapnya.

Ketika diwawancarai oleh lpmrhetor.com, Aamaliyah mengaku cek kesehatan di laman Sistem Informasi Akademik (SIA) miliknya sudah tercentang esok tadi (25/06), setelah mengkonfirmasi ulang ke poliklinik UIN Sunan Kalijaga.

Ketua SEMA-U, Abdurrahman  Fauzi, tidak memungkiri banyaknya keluhan yang masuk dari mahasiswa pasca diumumkannya daftar kelompok KKN. Hingga senin (24/6), Fauzi mengungkapkan setidaknya terdapat 50-60 mahasiswa yang mengeluhkan permasalahannya lewat layanan call center SEMA-U.

“Kalau laporan yang saya dapat itu angka pastinya nggak tahu, cuma ada sekitar 50-60 chat yang masuk,” tuturnya.

Fauzi mengatakan  permasalahan yang dikeluhkan  antara lain adanya penomoran KKN yang salah, kekeliruan nama dan jenis kelamin peserta, serta tidak tercantumnya beberapa peserta yang merasa sudah melakukan pendaftaran.

Berbagai keluhan yang masuk ke pihak SEMA-U ini kemudian disampaikannya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk dicari solusinya.

Ketika ditemui di kantornya, ketua LPPM, Didik Krisdiyanto mengungkapkan alasan atas diundurnya pengumuman kelompok KKN. Ia menyebutkan bahwa molornya cek kesehatan di bulan ramadhan menjadi faktor utama diundurnya pengumuman tersebut.

“Karena puasa itu biasanya jam kerja berkurang, sehingga satu hari hanya bisa melayani berapa mahasiswa gitu, akhirnya itu hampir tiga minggu sampai empat minggu jatahnya. Harusnya kan dua minggu selesai. Nah itu, sehingga mundur,” jelasnya.

Di sisi lain, YH yang merupakan pekerja paruh waktu tetap merasa dirugikan atas terlambatnya pengumuman KKN tersebut. Pasalnya, ia harus izin dari pekerjaan guna mengkonfirmasi administrasi KKN.

“Kita udah ngehabisin waktu untuk izin kerja, karena saya kerja gitu ya sambil kuliah, terus nungguin pembagian kelompok yang molor,” keluh YH.

Tak hanya YH, Aamaliyah pun merasa sangat dirugikan atas kejadian ini.

“Ya jelas (dirugikan) lah, yang lain udah dapet kelompok, udah ketemu sama kelompoknya, udah ketemu DPL [Dosen Pembimbing Lapangan-red], lah aku belum apa-apa. Ya, merasa direpotkan, jadi ngurus-ngurus lagi,” pungkasnya.[]

Reporter: Khusnul Khotimah

Editor: Isti Yuliana

You may also like

Persoalan Kompleks Disabilitas, Masihkah Kita Tutup Mata?

lpmrhetor.com – Apa yang lebih membuat kita bersyukur