Hari Kedua Aksi Tolak Kenaikan BBM, Polisi Pukuli Mahasiswa

Yogyakarta – Sesuai janji dan tuntutan sebelumnya, demonstrasi untuk menolak kenaikan harga Bahan bakar minyak (BBM) terus berlanjut di hari kedua, rabu (19/11). Tetap berpusat di pertigaan UIN SuKa Yogyakarta, massa aksi kembali meneriakkan tuntutan untuk menurunkan harga BBM. Namun, aksi yang yang dikawal aparat kepolisian lengkap dengan senjata, gas air mata serta water cannon itu kembali memakan korban di pihak mahasiswa. Bahkan menurut pantauan kilatnews.com, sempat terjadi pemukulan pada pihak mahasiswa oleh aparat kepolisian, sehingga beberapa mahasiswa mengalami luka bocor serta tangan patah.
Hal ini dinialai lutfi selaku perwakilan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang UII sebagai bentuk represifitas dan ketaksiapan polisi dalam megawal massa aksi.
 “Itu bukti ketidakkesiapan bapak dalam mengawal aksi,” sesal lutfi saat bernegosiasi dengan pihak kepolisian.
Ia juga menyayangkan karena aksi yang semula dengan niatan damai ini mendapat perlakuan berlebihan dari pihak kepolisian. Kendati demikian, lanjut Lutfi, ia dan kawan-kawannya tetap bersikukuh untuk mengawal aksi demo ini sampai kapanpun.
“Sampai malampun kami siap menunggu aksi ini,” tegasnya.
Namun, pihak polisi pun nampaknya tetap bersikeras tidak akan menarik mundur pasukanya. Kepolisian kepolisian beralasan jika aksi itu sangat menggangu kondisi lalu lintas.
“ Ini sudah menjadi prosedur standard kami,” tutur Ihsan Amin, Salah satu pihak keamanan.
Bahkan, tantangan massa aksi untuk terus melakukan aksi juga ia tantang. “ Silahkan anda berdemo, sampai jam berapapun akan kami temani,” tantangnya. [Eko Sulistiyono]

*berita ini juga dimuat di Kilatnews.com

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi