lpmrhetor.com – Mahasiswa dituntut tidak hanya berintelektual dan menjadi seorang profesional pemikir akademisi saja, tetapi juga menjadi seorang yang mempunyai keahlian praktis serta tenaga profesional. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Nurjannah selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dalam Pengenalan Budaya Akademik di Teatrikal FDK, UIN Sunan Kalijaga, Selasa (27/08).
“Kita punya cita-cita bahwa FDK, kalian, insan yang menguasai perkembangan dunia milenial dalam perkembangan teknologi komunikasi,” tutur Nurjannah menambahi.
Ia juga menerangkan pentingnya teknologi komunikasi sebagai media dakwah. Mahasiswa pun dituntut untuk melek informasi teknologi (IT). Menurutnya, keahliannya itu harus digunakan sebaik-baiknya agar tidak salah dalam bergaul.
Tak berbeda dengan Nurjannah, Abdur Rozaki pun berpendapat serupa. Selain harus melek teknologi, mahasiswa juga dituntut memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan.
“Sebagai mahasiswa harus bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain, maka dari itu harus memiliki keunggulan SDM, terutama bidang karakter dan kepemimpinan,” kata Wakil Dekan 3 FDK tersebut.
Rozaki juga menuntut mahasiswa bisa aktif dan tidak hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang (kupu-kupu) saja. Menurutnya, mahasiswa kupu-kupu akan berakhir tidak memiliki sejarah.
Bukan hanya itu, mahasiswa juga dituntut agar memperkaya dasar-dasar berfikir, berorganisasi, dan banyak membaca buku sebelum berbicara. Baginya, mahasiswa yang banyak berbicara, tetapi tidak dilandasi dengan sumber bacaan sama halnya dengan mengambil air kotor.
“Kalau banyak omong, tetapi sedikit baca buku itu sama seperti mengambil air kotor, kan percuma tidak digunakan,” pungkasnya. []
Reporter: Lutfiana Rizqi S dan Dewi Sinta N
Editor: Isti Yuliana








