Tak Penuhi Syarat, GESTOB Kecam Pembangunan NYIA

Konferensi Pers di Kantor Lembaga Hukum (LBH), Yogyakarta

lpmrhetor.com, Yogyakarta-Sebanyak 80 organisasi masyarakat sipil/perorangan yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Tolak Bandara (GESTOB) mengecam dan bersikeras menolak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kantor Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, Kamis (26/01).

GESTOB menilai Angkasa Pura 1 (AP 1), pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat tidak memenuhi beberapa syarat mutlak pembangunan bandara. Zul Moeti, anggota GESTOB dari Sekolah Bersama, menyampaikan beberapa syarat mutlak yang tidak dipenuhi dan tidak akan mungkin dipenuhi dalam konferensi pers tersebut.

Menurut pemaparannya, NYIA Kulonprogo berdiri di atas kawasan rawan bencana tsunami, sehingga beresiko tinggi bagi calon pengguna transportasi penerbangan. Dalam Perpres No. 28 tahun 2012 tentang RTR Pulau Jawa-Bali, Kabupaten Kulonprogo ditetapkan sebagai daerah rawan bencana alam geologi (pasal 46 ayat 9 huruf d). “Atas dasar itu, berarti pemerintah nekad menerabas rambu larangan yang berlaku,” ungkapnya.

Selain itu, studi amdal yang dilakukan AP 1 tidak dibenarkan secara hukum. Selain berdiri diatas zona rawan bencana, studi amdal yang dilakukan AP 1 tidak sesuai prosedural yang semestinya. AP 1 dengan jelas melompati tahapan prosedur dengan melakukan amdal menjelang tahapan kontruksi (pembangunan fisik, mobilisasi alat).

Berdasarkan Perda Provinsi DIY No. 2 tentang RTR Wilayah Provinsi DIY, tidak disebutkan satu klausula yang mewasiatkan pembangunan bandara Kulonprogo. Melainkan tentang pengembangan dan pemantapan fungsi bandara Adi Sucipto yang terpadu/satu kesatuan sistem dengan bandara Adi Sumarmo di Kabupaten Boyolali.

Penggunaan lahan untuk pembangunan NYIA saat ini adalah tanah pertanian yang produktif. Hal itu membuat banyak petani akan kehilangan lapangan pekerjaannya.

Zul menambahkan sebagai bentuk komitmen penolakan, akan terus dilakukan usaha melalui berbagai cara. “Kami akan melakukan usaha untuk sebisa mungkin menghentikan pembangunan bandara tersebut seperti aksi, panggung budaya dan memasifkan gerakan melalui sosial media,” imbuhnya.

Sementara itu, presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada hari Jum’at, 27 Januari 2017. Dalam hal ini, GESTOB pun mengecam kedatangan presiden Joko Widodo berkaitan dengan proses peletakan batu pertama NYIA.[]

 

 

Editor       : Ika Nur K.

You may also like

Menuntut UGM Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

UGM dituntut menangani kasus Agni secara serius dan