Pameran Poster sebagai Bentuk Kritik Kejanggalan TWK KPK

dok.lpmrhetor/Hasbi

lpm rhetor – Bertepatan dengan hari lahir Pancasila, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Koperasi Edukarya Negeri Lestari (KEN8), Potluck Studio, dan Connecting Design Studio berkolaborasi untuk mengadakan pameran poster dengan tema Berani Jujur Hebat Pecat!. Pameran tersebut berlangsung di Warung Teh Umran (Wikiti), Yogyakarta pada Selasa (01/06).

Kurator pameran, Anang Saptoto mengatakan, tujuan diadakannya pameran tersebut adalah untuk merespon polemik 75 pegawai KPK yang terancam dipecat karena dianggap tidak lolos  Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kita ingin memberi dukungan kepada 75 pegawai KPK yang terancam dipecat karena dianggap gagal dalam ujian wawasan kebangsaan,” ungkap Anang. 

Salah satu pembuat poster, Andreas Novendito menambahkan, pameran tersebut juga dilakukan untuk menyadarkan kalangan mahasiswa seperti dirinya, agar lebih peka terhadap isu pemecatan pegawai KPK. Menurutnya, pengadaan TWK untuk KPK  memiliki banyak kejanggalan, sehingga penting untuk diperhatikan.

“Kenapa harus ada pemberhentian pegawai? Dan kenapa TWK belakangan ini seolah-olah seperti ada sesuatu yang disembunyikan? Karena kebanyakan dari berita yang saya baca, dan materi-materi yang saya dapat, kebanyakan yang diberhentikan itu yang ngusung kasus-kasus lumayan besar,” imbuh Andreas.

Dipilihnya poster sebagai media kampanye memiliki alasan tersendiri. Menurut Anang, poster dianggap cukup bertenaga dalam mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap anti korupsi. Melalui poster Anang berharap dapat memberikan nuansa lain untuk menunjukkan kepada publik bahwa suara-suara dari masyarakat penting untuk didengungkan.

Anang juga menambahkan bahwa dengan pameran poster akan bisa melibatkan banyak orang, seperti desainer, ilustrator, seniman, pekerja seni, pemilik galeri, bahkan peneliti dan penulis. Oleh karena itu, menurutnya isu yang disuarakan dapat berlanjut dan tidak berhenti di pameran saja.

Pameran poster berlangsung selama 15 hari, dari 01-15 Juni 2021, dan buka pukul 15.00 WIB. Selain pameran poster, ada juga rangkaian acara lain seperti diskusi publik dan pentas musik.

“Dikusinya dua kali, tanggal 1 sama tanggal 15 Juni, di pembukaan sama di penutupan. Tadi juga sempat ada diskusi. Sementara tanggal 13 akan ada pemutaran film terbaru dari Watchdoc judulnya End Game” pungkas Anang.

Reporter: Muhammad Rizki Yusrial (Magang)

Editor: Khusnul Khotimah

You may also like

Pembungkaman Pers: Runtuhnya Pilar Demokrasi

lpmrhetor.com – “Tak ada demokrasi tanpa kebebasan pers,”