Puisi-puisi Dian: Ibu Pertiwi dan Mempertanyakan Tuhan

bungakuhd.blogspot.com

Ibu Pertiwi

Meski masih dalam buaian ibu

Meski masih berbahasa ibu

Nyatanya kita masih takut juga

Dan kita semakin hilang percaya

Dengan ibu sendiri, ibu pertiwi.

 

Bahkan kabarnya ada yang ingin berpindah ibu

Ah, ada-ada saja

Ya, yang pindah akan menjadi anak tiri

Yang tinggal akan menjadi anak durhaka

Karena tak kuat membendung beban hidup.

 

Tapi, ibu tidak bersalah

Ibu hanya sakit, karena kepalanya yang pening

Bukankah kita pernah mendengar

Ikan busuk dari kepalanya

Anggap saja saat ini ibu kita seperti ikan yang hampir busuk itu.

 

Oh iya, hari ini adalah hari ulang tahun ibu

Semoga ibu lekas sembuh, terutama soal kepalanya yang pening

Dan di hari yang istimewa ini

Ada pertanyaan yang ingin ku tanyakan sejak dulu

‘Siapa sebenarnya ayah kita?’

 

Mempertanyakan Tuhan

Permisi, tuan.

Saya mau bertanya

Apakah tuan percaya bahwa surga itu ada?

Atau, apa mungkin tuan tau jalan menuju kesana

Kalau tau, saya mau ikut tuan

 

Karena dengar-dengar bumi ini akan segera hancur

Percuma kita berkelana

Keluar sebentar kita akan mati segera

Entah tenggelam atau karena kepanasan

 

Lalu, apakah tuan setuju

Bahwa neraka adalah bentuk kebohongan Tuhan?

Karena jika dia memang pengasih dan pengampun

Dia tidak akan menciptakan neraka itu

 

Eh, tapi tunggu sebentar tuan

Apakah tuan percaya dengan keberadaan Tuhan?

Jika tidak, tuan tak perlu menjawab semua pertanyaan saya.

Dian Pratiwi, Jurnalis LPM Rhetor dan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

You may also like

Requiem Maria: Puisi-puisi Farid Merah

Requiem Maria   Sudah kutata bulan bulan Di