Oleh: Astutik*
Sang fajar belum datang
Aku sudah pergi meninggalkkan kenyamanan bantal
Kedatanganku seakan ditunggu-tunggu dan disambut pandang menakutkan
Dalam barisan aku bersembunyi
Kabut masih menyelimuti pandangan
Suara teriakan kebenaran bertalu-talu di megaphone
Ucapan selamat datang diiringi dengan seruan ketidakadilan
Gemetar bulu halus ini ketika mendengar bait-bait bukti perjuangan
Aku di sini hanya pendatang
Kampus yang aku datangi belum lagi kukenal
Aku ingin mengenal dari pengalaman kepahitan dan ketidaktahuan
Karena aku tidak ingin jiwa ini hanya terikat kesenangan dan acuh dengan lingkungan
*Astutik menyukai sastra lama dan aktif membuat prosa-prosa pendek.
