Selamat datang Mahasiswa! Agen Perubahan Untuk Bangsa

Masa orientasi mahasiswa pada era OPAK (2016).

Selamat datang  Mahasiswa, Agen Perubahan Untuk Bangsa !!

Kuucap dengan lantang salam sambutan teruntuk kalian wahai Mahasiswa. Selamat datang sebagai agen perubahan. Ketauhilah tugasmu tak hanya membuat  makalah  dan memperoleh IP semata. Dahulu, Prof. Soehadi Reksowardijo merumuskan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dharma yang mengandung nilai­nilai yang begitu luhur. Dharma yang berisi bagaimana hakikat sebenarnya sosok mahasiswa yang ideal, dan mahasiswa ideal bukanlah yang hanya datang duduk pulang.

Kampus ini amanah rakyat, jangan kau gunakan hanya untuk nebeng wifi dan bergaya. Mau jadi agen perubahan bagaimana? Jika kau lebih asyik dengan gadget ketimbang membaca sejarah. Kampus ini sudah penuh dan jika kalian datang hanya untuk pamer ponsel baru,  ngerumpi drama Korea hingga ribuan episode, selfie, cari follower dan update status di semua akun sosial mediamu? Untuk apa?

Kuliah tak hanya untuk cari ijasah dan dapat kerja, kau berharap hidup normal dengan kuliah, wisuda, kerja dan menjadi kaya? Padahal kondisi bangsamu sedang kacau? Kau ini mahasiswa macam apa? Dibanding negara tetangga, kita kalah jauh, swasembada Vietnam unggul di atas kita, Malaysia  lebih stabil keadaan ekonominya, dan untuk pendidikan Singapura masih mengguli Indonesia.

Tapi, jika kau pusing melihat keadaan bangsa yang semrawut, saling cerca antar walikota, penguasa tak mau tau penderitaan rakyat jelata, masih banyak masyarakat pedalaman yang sengsara karna listrik pun tak ada, jika au jengah dengan tingkah pemerintah tamak korupsi di mana mana, maka bergeraklah, bersamai rakyat untuk tuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kau pasti sudah tahu, pelopor kemerdekaan adalah dua pemuda hebat bukan? Dan mereka adalah Mahasiswa, Soekarno Hatta, sang orator dan sang administrator. Tak hanya mereka, Tan malaka yang nekat, Sjahrir yang kaya pengetahuan, Amir Sjarifuddin yang berani, Moh. Natsir yang  saleh, Mereka kesemua adalah  mahasiswa. Mahasiswa yang belum terkontaminasi virus K-Pop juga Pokemon Go, mereka mahaiswa yang  masih merawat pemikiran dengan pergerakan, pendidikan dan  pergaulan. Pergerakan mengajarkan arti pengorbanan, pendidikan menanam budaya pengetahuan dan pergaulan menciptakan solidaritas.

Aku masih percaya, masih ada segeintir mahasiswa yang masih membersamai mewujudkan kesejahteraan, masih berpikir kritis dan solutif melihat problematika sekitar. Mahasiswa yang peduli dan mau bangkit untuk rakyat, untuk Indonesia, dan semoga itu kalian.

Sekali lagi Ku ucapkan, selamat datang dikampus putih, kampus rakyat, kampus perubahan.

Salam Mahasiswa!

Salam Pergerakkan!

Salam Pers Mahasiswa!

 

Redaksi LPM RHETOR

You may also like

Selamat Jadi Mahasiswa, Selamat (Memilih) Dewasa

lpmrhetor.com – Ada dua jenis kelahiran dalam perjalanan