Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

Massa aksi membawa spanduk penolakan terhadap IMF-Bank Dunia di sepanjang Jl. Malioboro, Yogyakarta. Senin (15/10/2018). Dok. Rhetor/Aris Ardi.

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Rakyat Menentang (Garang) IMF-Bank Dunia melakukan demonstrasi di sepanjang Jl. Malioboro hingga titik nol kilometer pada Senin (15/10/2018).

Aksi tersebut menyusul pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali yang diselenggarakan pada 12-14 Oktober 2018.

Oni, koordinator umum, mengatakan bahwa massa aksi menentang pertemuan IMF-Bank Dunia, serta menolak segala bentuk kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Menurutnya, pertemuan IMF-World Bank tidak mewakili masyarakat dan rakyat miskin. Karena masyarakat tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut.

“Aksi ini menentang pertemuan internasional (IMF-Bank Dunia) di Nusa Dua, Bali, kemarin, dengan seluruh kesepakatannya. Karena tidak melibatkan masyarakat dan rakyat miskin,” kata Oni.

Oni melanjutkan, bahwa kehadiran IMF dan Bank Dunia hanya akan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Hal itu, katanya, dapat dilihat dari sejarah panjang relasi Indonesia dengan IMF-Bank Dunia yang penuh dengan utang dan utang.

Menurut Oni, utang-utang tersebutlah yang menjadi penyebab utama kemiskinan dan perampasan tanah yang dialami rakyat Indonesia selama ini.

“Bahwa kemiskinan dan perampasan tanah itu tidak terlepas dari intervensi IMF dan World Bank itu sendiri,” lanjut Oni.

Aksi yang dilakukan oleh banyak elemen mahasiswa ini dimulai pada pukul 11.00 WIB dan diawali dengan long march dari Jl. Abu Bakar Ali, lalu berhenti sejenak untuk melakukan orasi-orasi politik di depan Pasar Beringharjo, dan berhenti di titik nol kilometer.

Di lokasi terakhir itulah massa aksi membacakan poin-poin pernyataan sikap. Di antaranya, komitmen untuk menolak seluruh kesepakatan Annual Meeting IMF-Bank Dunia, dan menuntut dibubarkannya IMF-Bank Dunia.

Lalu, mengecam seluruh tindakan represivitas dan kekerasan oleh ormas reaksioner terhadap gerakan rakyat menentang IMF-Bank Dunia di Bali, dan menuntut pembatalan seluruh perjanjian yang menerbitkan utang baru.[]

Reporter: Fahri Hilmi

Editor: Fiqih Rahmawati

You may also like

Menuntut UGM Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

UGM dituntut menangani kasus Agni secara serius dan