Beranda / Berita / Terkini / Aksi Kamisan Angkat September Hitam dan Jejak Perjuangan Munir

Aksi Kamisan Angkat September Hitam dan Jejak Perjuangan Munir

Lpmrhetor.com — Aksi Kamisan menggelar demonstrasi pada Kamis (24/9/2026) dengan mengangkat tema “September Hitam”. Dalam aksi tersebut, peserta juga mengangkat sosok Munir melalui tema “Mengenal Cak Munir: Muda, Militan, dan Empati.”

Aksi tersebut membahas sejumlah catatan sejarah kelam yang berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Menurut Komite Aksi Kamisan, sejarah kelam tersebut perlu terus dipelajari dan direfleksikan agar tidak dilupakan.

Gule, selaku Komite Aksi Kamisan, mengatakan bahwa sejarah yang berkembang dalam narasi negara seolah-olah hanya menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang dijajah. Padahal, menurutnya, terdapat pula sejarah ketika negara melakukan kekerasan terhadap bangsanya sendiri.

“September Hitam adalah salah satu bentuk sejarah bagaimana negara menjajah bangsanya sendiri,” tutur Gule.

Menurut Gule, terdapat banyak rangkaian pelanggaran HAM yang terjadi pada bulan September. Salah satunya adalah kematian Munir, aktivis HAM yang dikenal memperjuangkan hak-hak buruh. Ia menyebut Munir sebagai tokoh intelektual sekaligus aktor politik yang memiliki pengaruh besar dalam perjuangan HAM.

Gule menambahkan bahwa pengangkatan sosok Munir dalam aksi tersebut merupakan upaya untuk menghidupkan kembali semangat dan gagasan perjuangannya. Meskipun Munir telah meninggal secara fisik, nilai-nilai perjuangan yang ditinggalkannya dinilai masih relevan untuk terus diperbincangkan.

“Dan kita melihat Munir saat ini itu masih sangat relevan untuk kita terus kuatkan jiwa-jiwanya, spiritualnya, perjuangannya, ide-nya, gagasannya. Dan kita ingin mengembalikan lagi nama Munir, kita ingin mengembalikan lagi bahwasanya kita mempunyai perlawanan yang sangat hebat pada saat itu,” lanjut Gule.

Sementara itu, Ngayau mengatakan bahwa September mungkin dianggap sebagai bulan biasa oleh sebagian orang dan tidak memiliki momentum khusus untuk melakukan refleksi. Namun, bagi sebagian lainnya, September menjadi bulan yang mengingatkan pada sejumlah peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM.

Menurut Ngayau, sejumlah peristiwa kelam yang tercatat dalam sejarah Indonesia dan berkaitan dengan bulan September antara lain pembantaian G30S/PKI, Tragedi Tanjung Priok, Tragedi Semanggi II, Tragedi Bumi Hangus Timor-Timur, pembunuhan Munir, pembunuhan Salim Kancil, serta Reformasi Dikorupsi.

“Satu hal yang saya pikirkan mengenai September Hitam itu pelanggaran,” ujar Ngayau.

Melalui aksi tersebut, Aksi Kamisan berupaya menjadikan September sebagai momentum untuk mengingat kembali berbagai peristiwa pelanggaran HAM sekaligus merefleksikan perjuangan tokoh-tokoh yang memperjuangkan keadilan, termasuk Munir.

Reporter: Abdul Kadir

Editor: Ferypahlavani

Tag: