lpmrhetor.com — Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Jogja Memanggil menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 28/10/2026 di Yogyakarta. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah terkait berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Adinul Yaqin dari Aliansi Jogja Memanggil menyampaikan aksi ini didorong dari beragam persoalan yang sedang kita hadapi. Dan itu bisa dilihat dari 12 tuntutan kami. Misalkan soal standar hidup layak terus soal pendidikan gratis dan juga hari ini reprisitas aparat yang cukup tinggi. Kesemunya itu hingga bisa mendorong aksi dan juga satu sisi hal yang paling mendesak adalah segera tetapkan karhutla sebagai bencana nasional agar ditanggapi secara serius oleh pemerintah.
Bagiku kondisi sosial ekonomi hari ini perlu direspon, karena itu tidak lahir dengan sendirinya melainkan itu berangkat dari kebijakan rezim hari ini. Sehingga terjadinya ketimpangan, akses pendidikan dan upah murah. Dan itu dirasakan secara langsung oleh kita hari ini.
”Dan itu alasan konkret bagiku agar Pemuda dan rakyat hari ini membangun gerakan yang terorganisir. Bersatu agar kedepan bisa membangun alat politik secara bersama” ujar Dio.
Kepada pemerintah beberapa tuntutan yang kami bawa agar segera untuk diatensi, karena itu menyangkut hidup masyarakat. Tambahnya
Sementara itu, Hermawan Ferdy dari Keluarga Mahasiswa Cibaliung (Kumaung) menyadari bahwa persoalan yang terjadi hari ini banyak ditimbulkan oleh rezim Prabowo-Gibran. Dimana rezim Prabowo sudah menunjukkan watak reaksionernya. Terutama Kumaung sendiri melihat itu terjadi dan dirasakan di kampung halaman kami ada penggusuran lahan sekitar 300 H tanah milik warga yang digusur oleh TNI dengan program ketahanan pangan.
”Artinya memang kita melihat akumulasi permasalahan ini berakar pada kesewenang-wenangan penguasa yang memang tidak pro terhadap rakyat”. Ujar Ferdy
Ia juga menambahkan, masyarakat dan pemuda perlu bersatu melakukan aksi. Karena permasalahan pemuda dan permasalahan masyarakat itu berakar pada permasalahan yang sama. Artinya ketika melihat situasi yang mencekik, kita melihat banyak sekali lahan yang digusur, demokrasi yang makin dipersempit, militer yang masuk sipil. Kurasa itu sudah menjadi kewajiban kita untuk kemudian bersatu dan menyuarakan apa yang menjadi keresahan kita bersama.
Saya harap pemerintah segera membenahi apa yang kemudian menjadi tuntutan masyarakat. Dan jika memang tidak bisa dibenahi maka menurut saya sebaiknya turun saja dan katakan bahwasanya tidak sanggup mengurus negara begitu.
Reporter: Ferypahlavani
Editor: Abdul Kadir









