Relokasi Tidak Jelas, Warga Gumuk Pasir Hidup Tak Layak

Tenda darurat tempat tinggal warga terdampak penggusuran.

lpmrhetor.com, Yogyakarta – Sabtu (17/11). Warga terdampak penggusuran di daerah Parangkusumo dan Cemoro Sewu mengeluh terkait belum jelasnya kepastian relokasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul setelah pada Rabu lalu (14/12), menggusur pemukiman warga kawasan zonasi gumuk pasir Parangkusumo dan Cemoro Sewu. Sampai saat ini, warga terdampak penggusuran masih tetap tinggal di tanah bekas gusuran dengan menggunakan tenda seadanya.

Sri, salah satu warga korban penggusuran, mengatakan bahwa warga merasa tidak tenang dengan kebijakan relokasi dari pemerintah yang tidak kunjung jelas, ia beserta warga lainnya akan terus bertahan hingga ada kejelasan dari pemerintah terkait relokasi tersebut.

“Kami akan tetap tinggal di tenda darurat walau tidak layak, mas. Kami akan menunggu sampai ada kepastian di mana dan kapan relokasinya,” kata Sri.

Sri juga menyampaikan bahwa warga korban penggusuran merasa dikhianati oleh Pemkab Bantul. Alih-alih menggunakan protokol yang jelas, pemerintah malah menyalahi perjanjian dengan tidak kunjung memberikan dana ganti rugi kepada warga. “Jelas kami sakit hati dan akan menuntut pemerintah untuk menepati janjinya,” tegas perempuan yang sudah mengalami tiga kali penggusuran ini.

Sementara itu, para pendamping warga korban penggusuran, aktivis sosial dan mahasiswa, mengatakan sampai sekarang sikap mereka tetap menolak keputusan pemerintah. Adli, salah satu aktivis mahasiswa, menilai bahwa Pemkab Bantul telah menyalahi kesepakatan dengan warga. “Padahal sebelum ini sudah ada kesepakatan atas usulan dari pemerintah, bahwa akan ada musyawarah dulu, dan tidak akan ada penggusuran sebelum tercapainya mufakat,” sesal Adli.

Penggusuran tanpa kejelasan relokasi dan ganti rugi yang dialami warga zonasi Gumuk Pasir ini dinilai sangat merugikan warga. Penggusuran sepihak ini mengakibatkan warga kehilangan tempat tinggal dan penghidupan mereka. Sampai saat ini, sekitar 33 kepala keluarga harus berbagi tempat tinggal di tenda darurat dengan fasilitas seadanya.[]

 

Reporter: Ikhlas Alfarisi

Editor: Fahri Hilmi

You may also like

Menuntut UGM Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

UGM dituntut menangani kasus Agni secara serius dan