Beranda / Intermezo / Cerpen

Cerpen

Oleh: Abdul Majid* [divider][/divider] Hari yang kami nantikan untuk kami benci pun tiba, ketika persahabatan dan persaudaraan nyaris terpecah oleh suatu kedudukan, mungkin memang waktu telah menjempu...

Oleh : Alfarisi* “Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku menghadapi kemerdekaan tanpa cinta” – Rendra   Guyuran hujan mendadak mengejar dari arah belakang ketika Firman mengendarai motornya—h...

Selepas bel panjang meraung-raung, teman-teman sekelasku kompak bersorak senang. Mereka ingin segera pulang. Mungkin sudah tidak kerasan lagi di kelas XII IPA 1 yang berhawa panas. Bukan karena tidak ...

Anisa Rizqianti Duduk – duduk di balkon, …ya’ aku mempunyai hobbi baru sekarang, sembari  istirahat biasanya aku jajarkan kaki sama persis diatas lantai balkon, pundakku sandarkan pada dind...

Ika Nur Khasanah Apa menurutmu, kenangan itu bisa mengubah sesuatu? —Izz Í Ada sebuah ruang di bawah guyuran cahaya fluorescent putih, sudut kafe bernuansa hitam yang diam-diam justru bercahaya buat a...

Oleh; Sarjoko Suara ringikan kuda biasa terdengar dari pinggiran Bengawan Sore menjelang petang. Konon usia kuda yang tak pernah terlihat bentuknya itu ratusan tahun. *** Langit pagi yang cerah diusik...

Dan bukankah kegelapan tak pernah berdaya di hadapan setitik cahaya? Sebuah pesan singkat yang kudapat malam ini sungguh kontras dengan pemandangan langit di atasku. Bulan bulat penuh dengan iringan a...

Beberapa jam berburu,matahari pun sudah meninggi. Tapi tak seekor hewan melintas di hadapan kami. Kijang,rusa,ayam hutan dan burung yang selalu berkeliaran di hutan itu,seolah-olah bersembunyi jauh da...

M ata ini selalu tertuju pada sosok tampan itu. Wajahnya yang tegas,berwibawa membuat setiap mata wanita mengikuti kemanapun sosok itu melangkah.Ya,mengagumimu adalah hal terindah yang kurasa saat ini...