Yogyakarta — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Suka Melawan, Aliansi UMY Bergerak dan APMD Bergerak menggelar aksi demonstrasi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (17/06/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah terkait berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat serta berdampak pada hak-hak konstitusional masyarakat.
Nuril Atiq dari Aliansi Suka Melawan menjelaskan bahwa aksi tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), melemahnya nilai tukar rupiah, dan menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong lahirnya aksi bertajuk “Tata Ulang Negara; Turunkan Rezim Prabowo.”
”Atas berbagai kebijakan yang diterapkan sejak Prabowo dan Gibran dilantik hingga saat ini, banyak di antaranya yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat dan justru merugikan masyarakat” ujar Atiq.
Ia juga menilai bahwa Indonesia tidak hanya mengalami kemunduran dalam aspek politik, tetapi juga kehilangan kedaulatan ekonomi. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan Program Strategis Nasional yang menurutnya, seringkali memicu konflik agraria dan perampasan lahan di berbagai daerah.
Atas dasar itu, kami mengangkat tema Tata Ulang Negara dan Turunkan Rezim Prabowo karena kerusakan yang ditimbulkan dinilai telah menyentuh berbagai sektor, baik politik maupun ekonomi kerakyatan, tambahnya.
Sementara itu, Arif dari Aliansi UMY Bergerak menyoroti berbagai kebijakan pemerintah yang berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakat. Ia menyebut kenaikan harga BBM, meningkatnya biaya kebutuhan pokok, serta mahalnya biaya pendidikan, khususnya biaya kuliah, sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
”Berbagai program dan kebijakan yang diterapkan saat ini dirasakan semakin mempersulit kehidupan masyarakat. Kenaikan harga BBM juga menjadi beban tambahan, khususnya bagi mahasiswa yang bergantung pada mobilitas sehari-hari” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, Arif berharap pemerintah dapat segera merespon tuntutan yang disampaikan massa aksi. Menurutnya, langkah tersebut penting demi terwujudnya kesejahteraan bersama, khususnya bagi kelompok masyarakat yang terdampak oleh berbagai kebijakan yang ada.
Reporter : Ferypahlavani
Editor : Abdul Kadir







