May Day 2024, SINDIKASI Yogyakarta Suarakan Isu Kesejahteraan Pekerja Kreatif

638
Foto/Pikri Hafizh A

lpmrhetor.com- “Saya pekerja lepas tapi di bidang desain dan penulisan. Bidang saya memang upahnya itu kadang-kadang ga jelas,” ujar Jani (bukan nama sebenarnya), salah satu anggota Serikat Pekerja Media dan Industri (SINDIKASI) Yogyakarta, saat diwawancarai lpmrhetor.com pada aksi Hari Buruh Internasional 2024 di Titik 0 KM, Rabu (01/05/2024).

Jani mengungkapkan bahwa para pekerja lepas rentan diupah murah dan telat menerima upah. Mengenai besaran upah, Jani mengaku perlu melakukan kesepakatan dengan pemberi kerja. Apalagi, menurut Jani, kesepakatan itu hanya diomongkan saja, tanpa adanya pencatatan.

“Apalagi ngasih kerjanya juga kadang ga jelas. Jadi kayak hanya dengan secara lisan. Nanti kadang-kadang suka berbeda tuh penangkapannya. Terus misalnya pun nanti telat dibayar kan bingung ya karena ga ada hitam di atas putih,” ungkapnya.

Dikutip dari Instagram tempodotco, Ikhsan Raharjo, Ketua Umum SINDIKASI, menjabarkan ragam bentuk flexploitation yang dialami oleh para pekerja lepas, seperti: tidak adanya jaminan sosial, lemahnya perlindungan hukum, overwork, upah minim, dan lain sebagainya.

Jani bersama kawan-kawan dari SINDIKASI sedang fokus memberdayakan sesama pekerja kreatif dan terus membangun basis serikat yang kuat. Sehingga, jika terjadi pelanggaran hukum yang menimpa pekerja, mereka bisa mengomunikasikan ke SINDIKASI dan bersama-sama menyelesaikan persoalan hukum itu.

“Jadi kalau saya fokusnya memang memberdayakan sesama pekerja biar setidaknya kita tahu jaring pengaman sosialnya apa. Termasuk dengan berserikat, jadi ada bantuan ya, layanan bantuan hukumnya atau layanan konsultasinya,” tuturnya.

Pada peringatan Hari Buruh Internasional 2024, SINDIKASI Yogyakarta membawa lima tuntunan yang menyangkut kesejahteraan pekerja kreatif serta jaminan akses kerja yang memadai dan tidak diskriminatif bagi pekerja difabel dan pekerja ragam gender. []

Berikut kelima tuntutan itu:

  1. Naikkan upah minimun Yogyakarta dan turunkan harga kebutuhan hidup
  2. Perbaiki dan bangun sistem transportasi publik yang bisa diandalkan, terjangkau, dan mudah diakses pekerja wilayah Yogyakarta dan sekitarnya
  3. Jamin perumahan layak dan terjangkau bagi pekerja.
  4. Buka kesempatan kerja seluasnya dan berikan akses yang memadai bagi pekerja difabel
  5. Terapkan perlindungan dan aturan yang tidak mendiskriminasi pekerja ragam gender

Reporter: Fadilaturrohman

Editor: Hifzha Aulia Azka

You may also like

Perjuangan dan Mogok Kerja Serikat Pekerja Taru Martani Akhirnya Menang

Serikat Pekerja Taru Martani hari ini, 10 Maret