Kronologi Resmi GNP Soal Pengeroyokan Mahasiswa Oleh Kepolisian dan Satpam di UNY

Rifaldi Busura, Mahasiswa  yang Terlibat dalam Aksi GNP dan Dikeroyok Polisi di Asrama Gorontalo. Doc GNP
Aksi Gerakan Nasional Pendidikan dalam menuntut penghapusan Sistem Kuliah Tunggal, wujudkan pendidikan gratis dan demokratisasi kampus pada hari ke dua Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu, (30/16) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendapat tindakan represifitas dari aparat kepolisian. Represifitas tersebut berupa pemukulan dan pengeroyokan terhadap massa aksi yang terlibat dalam aksi tersebut. Salah satu pengeroyokan itu dilakukan aparat kepolisian terhadap Mahasiswa Universitas Islam Negeri Yogyakarta bernama Rifaldi Busura. 
Pengeroyokan itu menurut saksi mata dilakukan di asrama Gorontalo oleh lima orang Polisi dari Polsek Bulaksumur. Sebelumnya, menurut seorang saksi mata bernama Rizky Nihali, dirinya,  Rifaldi, dan Emanuel Laka dikejar lima belas orang Polisi dari lokasi aksi. Menurut pengakuannya, mereka dituduh merusak mobil salah satu panitia FRI di UNY, padahal tak ada pengrusakan mobil oleh massa aksi.
 
Sesuai fakta yang terjadi, aksi ke dua GNP di kampus UNY itu dilakukan sebab kekesalan mahasiswa sebab tuntutan untuk berdialog bersama perwakilan Rektor yang tergabung di FRI tak diperbolehkan. Padahal, massa aksi menginginkan pertemuan terbuka dengan jajaran rektor yang tergabung di FRI untuk mendialoggkan persoalan mahalnya biaya pendidikan nasional dan Demokratisasi kampus. Alih-alih dipenuhi untuk berdialog, panitia malah membohongi massa aksi dengan menyatakan FRI sudah dibubarkan sejak jam 15.00 WIb. Padahal, sesuai jadwa di hari kedua, Sabtu, 30 Januari 2015, agenda FRI berakhir pada jam 17.00 WIB.
Merasa dibohongi, massa akhirnya terus mendesak dan merangsek masuk ke lokasi FRI. Namun di gerbang UNY, Polisi, Satpam serta Menwa mencegah massa masuk kedalam. Karena terus dicegah, massa aksi terpaksa hanya menyampaikan aspirasi di luar gerbang UNY. Sampai akhirnya aksi ditutup dengan pembacaan statemen aksi yang berisi, penghapusan UKT, desakan untuk menggratiskan Pendidikan ditingkat Sekolah, PTN hingga PTS, serta penegasan demokratisasi kampus. Aksi Berakhir jam 18.00 Wib, massa aksi mahasiswa membubarkan diri dan berjalan kembali ke titik kumpul awal di halaman Student Center UNY.
Namun, di jalan menuju titik kumpul awal GNP, mobil plat merah yang diduga milik  salah satu peserta FRI melintas disamping massa yang berjalan. Menemukan celah untuk mengobrol, massa aksi memutuskan untuk mencegah mobil tersebut. Namun secara tiba-tiba, puluhan polisi yang sebelumnya berjaga di gerbang UNY menghampiri massa aksi, mengejar, menangkapi bahkan mengeroyok salah satu massa aksi.
Massa aksi yang berhasil ditangkap kepolisian, dikumpulkan di ruangan student center UNY, termasuk Rifaldi Busura yang sebelumnya dikejar dan dikeroyoki lima orang polisi di asrama Gorontalo. Sementara Restu Baskara, mahasiswa Widiya Mataram yang terlibat dalam aksi tersebut dikeroyok oleh tiga security UNY. Menurut pengakuannya, sesampainya di Student Center untuk mencari kawan-kawannya yang lain, tiba-tiba ia dicegat oleh security UNY dan dikeroyok, dipukul dan ditendang secara membabi buta. Akhirnya ia dikumpulkan bersama kawan-kawannya yang lain di SC UNY. 
Sampai jam 21.00 wib di SC UNY, massa aksi akhirnya dibawa ke Mapolres Sleman. Total ada 28 orang mahasiswa, termasuk yang dikeroyok security UNY dan  aparat kepolisian Polsek Bulaksumur dibawa ke Mapolres Sleman tanpa surat keterangan.
Jam 23.00 Wib Beberapa Mahasiswa yang Ditangkap Tanpa Keterangan Diinterogasi di Mapolres Sleman. Doc. GNP
Namun setelah diinterogasi di Mapolres sleman, massa aksi tidak terbukti melakukan pengrusakan mobil. Akhirnya pada jam 01.35 massa aksi dilepas. Meski dilepas, tindak pemukulan security UNY terhadap Restu dan pengeroyokan oleh aparat kepolisian Bulaksumur terhadap Rifaldi Busura tetap masuk dalam kategori penganiyaan. Apalagi hal itu dilakukan tanpa kesalahan yang jelas dan disertai pengrusakan fasilitas asrama mahasiswa.[Haedar]
SSal Satu Pintu Asrama Gorontalo Yang Dirusak Polisi Sesaat Sebelum Rifaldi Dikeroyok. Doc. GNP
 

You may also like

Membedah Visi Misi Calon Perwakilan Mahasiswa Lewat Kampanye Monologis

lpmrhetor.com – Kampanye Monologis untuk pemilihan ketua DEMA