Kata Waryono Soal Tuntutan Aliansi ‘Tolak Partai Politik Masuk Kampus’

Mahasiswa menemui Choirul Anwar untuk dapat menghubungkannya dengan WR III, Waryono, Selasa (18/90. (Dok. Rhetor/Halida)

lpmrhetor.com – Seminar Politik bertajuk Generasi Milenial di Pemilu 2019 yang akan diadakan DEMA-U UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menuai kontroversi di kalangan mahasiswa. Pasalnya, dalam seminar tersebut 8 partai politik tercatat sebagai narasumber.

Pencantuman logo dan nama partai politik juga menjadi persoalan karena dinilai berpotensi menjatuhkan wibawa mimbar akademik yang seharusnya tidak dicampurtangani oleh politik praktis.

Menanggapi hal tersebut, 9 elemen mahasiswa seperti LPM Rhetor, LPM Arena, LPM Humaniush, LPM Advokasia, Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Kalijaga (Mapalaska), Pusat Studi dan Konsultasi Huku (PSKH) FSH, Komunitas Pemerhati Konstitusi (KPK) FSH, Keluarga Mahasiswa Pecinta Demokrasi (KeMPeD), Keluarga Aksi Mahasiswa (KAM), membentuk aliansi sebagai bentuk penolakan terhadap partai politik yang memasuki wilayah kampus tersebut.

Pada mulanya, setelah melakukan pembacaan situasi, Selasa (18/9), pukul 13.17 WIB, aliansi penolak menuju gedung rektorat untuk melakukan audiensi dengan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Waryono Abdul Ghafur.

Namun, ternyata Waryono tidak dapat ditemui karena sedang berada di Palu beserta staff yang lain. Padahal, pihak aliansi sebelumnya sudah memasukkan surat guna menemui Waryono.

Setelah berunding, akhirnya aliansi sepakat untuk menemui Choirul Anwar selaku Kasubag Bina Bakat dan Minat Mahasiswa.
Pada pukul 14.38 WIB, aliansi bertemu Choirul Anwar di gedung Student Center dan meminta agar dihubungkan dengan Waryono.

Pukul 15.02 WIB, aliansi baru dapat terhubung dengan Waryono via telepon. Kemudian, Choirul Anwar mengutarakan gugatan aliansi terkait seminar tersebut.

Alih-alih mengabulkan gugatan aliansi, Waryono malah mendukung dan memberikan pernyataan agar seminar dilaksanakan dengan dalih penolakan dari aliansi sebagai bahan evaluasi bagi DEMA U dan tidak akan terdapat kampanye.

“Kalo saya tidak apa-apa mereka menolak, sekaligus ini sebagai bahan evaluasi DEMA-U juga kita gitu, lo. Dan yang penting dalam diskusi itu tidak ada kampanye,” kata Waryono.

Di akhir percakapannya di telepon, Waryono mengatakan akan tetap melaksanakan seminar tersebut dan juga meminta untuk berkordinasi dengan securiti untuk mengamankan seminar tersebut.

“Yang penting hindari apa yang menjadi catatan temen-temen tersebut. Udah gitu aja. (…) Kordinasi dengan securiti, ya!” tutup Waryono.[]

 

Reporter: Ahmad Fajril Haq

Editor: Fiqih Rahmawati

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi