DEMA-U: Seminar Politik Untuk Edukasi Mahasiswa, Bukan Ajang Kampanye

9 elemen mahasiswa tergabung dan melakukan audensi di Gedung Rektorat, Selasa (19/9). (Dok. Rhetor/Halida)

lpmrhetor.com – Seminar politik yang diadakan oleh Dewan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (DEMA-U) mendapat kecaman dan ancaman dari mahasiswa. Seminar politik yang bertemakan ‘Generasi Milenial di Pemilu 2019’ tersebut diduga merupakan ajang kampanye.

Pihak panitia mengaku telah berkomunikasi kepada pembicara seminar, agar tidak menyangkut-pautkan pembicaraan pada hal-hal yang berbau kampanye.

Namun, tidak menutup kemungkinan hal-hal yang disampaikan dalam seminar tersebut akan mengarah pada kampanye politik. Mengingat, para pembicara bukan pakar politik melainkan pelaku politik praktis. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Ikhlas Alfarisi, selaku perwakilan dari 9 elemen mahasiswa yang merasa keberatan akan diadakannya seminar tersebut.

“Yang menjadi permasalahan adalah para pembicara merupakan orang-orang yang terlibat dalam partai politik bukan pakar yang ahli dalam bidang politik,” ujarnya.

Narasumber yang tercatat sebagai pembicara dalam seminar tersebut merupakan perwakilan dari beberapa partai, di antaranya Demokrat, PPP, PDIP, Perindo, PKB, Nasdem, Berkarya, dan PSI.
Acep Muhammad Maulana selaku ketua panitia menegaskan bahwa seminar tersebut bukanlah ajang kampanye politik akan tetapi untuk memberikan edukasi politik kepada mahasiswa, agar mahasiswa tidak menganggap politik itu adalah suatu pebuatan yang kotor.

“Untuk memberikan pengajaran pendidikan politik bukan untuk politik praktis, maksudnya adalah kita melihat politik dari segi akademis dan lainnya, terkadang beberapa orang cenderung melihat politik itu seperti hantu dan kejam.”

Acep berharap para pemateri mampu menyampaikan ilmunya kepada para audiens yang hadir. Dan audiens mampu mendapatkan pendidikan politik sesuai dengan apa yang diharapkan.

Menanggapi keresahan yang dialami oleh mahasiswa mengenai narasumber yang memang berasal dari berbagai partai politik, Acep memaparkan bahwa dari dirinya sendiri memiliki keinginan untuk mengundang pembicara dari pakar politik. Akan tetapi, mengingat keterbatasan akses yang mereka miliki, hal tersebut tidak dapat terlaksana.

“Sebenarnya dari saya pribadi memiliki keinginan untuk mengundang dari pakar politik. Cuma, kita memiliki keterbatasan untuk mengakses ke situ. Karena keterbatasan kita, jadi kita mengundang partai-partai yang ada di daerah istimewa Yogyakarta. Pada intinya kami tidak mengundang partai tetapi orang yang ada di partainya dan bukan sebagai ajang kampanye,” katanya.

Selain mengundang beberapa partai yang ada di Yogyakarta. Pihak panitia juga berusaha menghubungi KPU, DPP, dan Walikota. Akan tetapi dengan alasan kesibukan yang mereka hadapi sehingga tidak dapat turut hadir dalam kegiatan seminar tersebut.

“Adapun yang diundang itu adalah KPU, DPP, Wali Kota. Kita coba komunikasi dan saya juga memiliki hubungan yang dekat dengan Walikota. Akan tetapi, beliau memang tidak bisa, karena banyak agenda di Walikota untuk menyambut Hari Raya Kota Yogyakarta,” tutur Acep kepada lpmrhetor.com, Selasa (18/9).

Kegiatan seminar tersebut merupakan program tahunan DEMA-U dan telah dicanangkan jauh sebelumnya. Tentunya waktu yang cukup lama itu seharusnya dapat digunakan sebagai persiapan dalam kegiatan tersebut agar tidak menimbulkan kontroversi.

Terlebih tahun 2019 merupakan tahun politik. Kegagalan pihak panitia untuk mengundang pakar politik dalam seminar politik tersebut diakui sendiri oleh Acep.

“Kita juga memiliki keterbatasan, saya juga memiliki kegiatan lain, tidak bisa selama itu kita fokus ke situ dan saya studi juga itu penting, tapi saya juga mencoba memaksimalkan di kepengurusan di DEMA-U, setelah di follow up selama 1 bulan, coba dimaksimalkan, urusan hasil nanti setelah acara ini sukses atau tidaknya,” tutupnya. []

Reporter: Siti Halida Fitriati
Editor: Fiqih Rahmawati

You may also like

Aliansi Mahasiswa Jogja Gelar Aksi Tolak IMF-Bank Dunia

lpmrhetor.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi