FRI-WP Tolak Penetapan TPNPB-OPM sebagai KKB dan Teroris

dok/lpmrhetor

lpmrhetor – Pelabelan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dengan istilah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) maupun organisasi teroris, menjadi salah satu isu yang diangkat Front Rakyat Indonesia untuk West Papua  (FRI-WP) dalam aksi yang berlangsung di titik nol km Yogyakarta pada Sabtu, (01/05) lalu.

Kepada lpmrhetor,Koordinator lapangan aksi, Julia, menyatakan tidak setuju jika TPNPB-OPM dilabeli dengan istilah KKB. Hal ini karena secara historis, TPNPB-OPM lahir untuk membebaskan rakyat Papua dari berbagai intimidasi, penganiayaan, pembunuhan, dan pemerkosaan yang dilakukan militer Indonesa sejak tahun 1961.

“Mungkin negara Indonesia melabeli TPNPB-OPM dengan KKB karena negara Indonesia tidak ingin mengakui kepada internasional bahwa sebenarnya TPNPB OPM adalah tentara pembebasan Papua Barat ,” tutur Julia.

Selain dicap sebagai KKB, Pemeritah melalui menteri Polhukam, juga telah mentapkan TPNPB-OPM sebagai organisasi teroris. Hal tersebut dilakukan dengan mengacu pada UU No. 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak terorisme.

Menanggapi hal itu, Koordinaatir Umum aksi, Abu, menyataka bahwa pelabelan tersebut merupakan keputusan yang keliru. Menurutnya, yang harusnya dilabeli dengan teroris adalah pasukan militer di Papua. Hal ini karena yang diinginkan TPNPB-OPM dan kawan kawan Papua sebenarnya bukanlah peperangan, melainkan kembalinya manifestasi bangsa papua yang telah merdeka pada 1 Desember 1961.

Abu pun curiga jika penetapan TPNPB-OPM sebagai teroris merupakan upaya pemerintah untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari isu Papua Barat yang lebih substantif, seperti pembunuhan orang papua, genosida, perampasan lahan, aneksasi paksa, dan freeport.

“Stigma yang dimainkan oleh pemerintahan ini harus kita kaji secara bersama, jangan sampai isu yang dimainkan itu mengaburkan pandangaan masyarakat terhadap isu Papua itu sendiri, isu substansi inti dari yang dirasakan oleh masyarakat Papua,” jelas Abu.

Aksi yang diadakan FRI-WP  ini dilakukan untuk memperingati 58 tahun aneksasi bangsa west papua dan memperingati hari buruh sedunia. Aksi tersebut diawali dengan longmarch dari Asrama Papua, Jl. Kusumanegara hingga titik nol km, Yogyakarta. Dalam aksi ini, massa aksi juga menuntut pemerintah untuk memberian hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa West Papua. []

Reporter: Khusnul Khotimah

Editor: Lutfiana Rizqi S

You may also like

Pameran Poster sebagai Bentuk Kritik Kejanggalan TWK KPK

lpm rhetor – Bertepatan dengan hari lahir Pancasila,