lpmrhetor.com Masyarakat Padukuhan Karanggede, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serangkaian kegiatan tradisi. Rangkaian perayaan diawali dengan perlombaan antarwarga pada 15-16 Agustus, serta dilanjut dengan malam tirakatan dan do’a bersama di rumah Padukuhan Karanggede.
Kegiatan malam tirakatan yang dipusatkan di Rumah Padukuhan Karanggede ini menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang unik. Dalam acara tersebut, do’a keselamatan bangsa dipanjatkan secara bergiliran oleh pemuka dari tiga agama, yakni : Buddha, Kristen, dan Islam. Tradisi doa bersama lintas agama ini telah diwariskan dan dilestarikan secara turun menurun selama puluhan tahun.
Kepala Dukuh Karanggede, Soleh Ardianto, menjelaskan bahwa heterogenitas warga Karanggede justru menjadi fondasi utama kerukunan. Sikap saling menghargai terwujud secara alami dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam momen hari besar keagamaan.
“Kerukunan ini bukan hal baru bagi warga kami. Gotong royong dan toleransi sudah berjalan alami sejak dulu, seperti saat Pembangunan tempat ibadah, warga antarumat beragama saling bantu, baik tenaga maupun konsumsi. Saat ada peribadatan agama lain, kami juga saling menenggang rasa, misalnya menyesuaikan perngunaan pengeras suarat luar masjid,” ujar Soleh
Soleh menambahkan, perpaduan tradisi tirakatan, pemotongan ayam, dan symbol sesaji dipahami warga sebagai warisan budaya leluruh, seperti ajaran Sunan Kalijaga yang menyatukan nilai spritualitas Islam dan kebudayaan Jawa, bukan sebagai Tindakan syirik.
Sikap terbuka dan rasa kebersamaan tersebut diamini oleh Pengurus Vihara setempat, Suprihatin. Menurutnya, pengalaman memimpin do’a lintas agama memberi Kesan mendalam akan hadirnya ruang kebersamaan yang khidmat antarwarga.
“Masing-masing tokoh agama dan Jemaah biasa berbaur serta hadir saat diundang sarasehan atau perayaan hari besar. Kuncinya ada pada sikap saling menghormati dan mau belajar memahami perbedaan tanpa merusakan keyakinan masing-masing.” Tutur Suprihatin.
Melalui perpaduan tradisi budaya dan doa lintas iman ini, warga Padukuhan Karanggede tidak hanya merayakan kemerdekaan secara seremonial, tetapi juga mewujudkan nilai kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Reporter: Rosa Amelia
Editor: Ferypahlavani









