Soal Black Campaign, PKR Membantah dan KPU Tidak Peduli

Sumber : Beredar selebaran mengatasnamakan PKR

Beredar selebaran black campaign, KPUM tak mau ikut campur.

lpmrhetor.com – Menjelang Pemilwa, ramai-ramai beredar selebaran yang berjudul “Dari PKR untuk UIN Sunan Kalijagapada Jum’at (14/12). Jika dilihat dari judulnya, selebaran tersebut nampak biasa saja. Namun, saat mulai membaca isinya, maka akan ditemukan kalimat-kalimat yang tendensius dan cenderung menyerang salah satu pihak.

Kasmoro, ketua umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) membantah bahwa selebaran tersebut disebarkan oleh partainya. Menurut Kasmoro, selebaran itu adalah informasi hoaks yanh bertujuan menjatuhkan PKR.

“Itu tidak benar, kita difitnah, itu bukan dari kita. Ini kita difitnah, ini kita segera menggarap press release tandingan, ini fitnah, tahu sendiri lebih kejam dari pada membunuh,” kata Kasmoro, dengan terus mengulang-ulang kata fitnah melalui voice note whatsapp saat dihubungi oleh wartawan lpmrhetor.com.

Selain itu, Kasmoro menambahkan bahwa press release tandingan tersebut akan disebarkan ke beberapa Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), hingga media sosial.

“Nanti kita serahkan ke media LPM, kemudian fakultas, kemudian media sosial akan kami kirim semua,” ungkapnya.

Terdapat lima poin pernyataan yang disampaikan oleh PKR dalam press release bernomor 02/B/SEK-JEN/DPP.UNIV/IV/1440 sebagai bentuk klarifikasinya.

Dalam press release tersebut dijelaskan bahwa PKR tidak pernah menerbitkan selebaran yang berisi black campaign. Kemudian disebutkan bahwa seluruh organisasi ekstra yang beraliansi dalam PKR (HMI-MPO, IMM, dan KAMMI) juga menyatakan sikap tidak pernah menerbitkan selebaran tersebut.

Dalam rilisnya, PKR juga menuntut Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa di tingkat Universitas dan Fakultas (KPUM-U dan KPUM-F) untuk sesegera mungkin menindaklanjuti beredarnya tulisan ujaran kebencian tersebut.

Sayangnya, Mahfud Ghozali, Ketua KPUM-U terlihat tidak terlalu mempersoalkan. Secara tegas dan gamblang tertulis agar KPU segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Ketidakpedulian Mahfud terlihat dalam pesan whatsapp saat dihubungi lpmrhetor.com.

“Biarkan saja, itu urusan partai masing-masing, hal biasa terjadi saat lagi panas-panasnya politik seperti sekarang ini. Itu kan udah ada tanggapan kalau itu hoaks,” katanya.[]

Reporter: Itsna Rahmah Nurdiani

Editor: Siti Halida Fitriati

 

 

You may also like

Hari Buruh 2019, Pekerja Informal Masih Belum Terakui Keberadaannya

lpmrhetor.com – Yayasan Anisa Swasti (Yasanti ) pukul