PTIPD Lamban, WiFi Student Center Mati Berbulan-Bulan

lpmrhetor.com – Permasalahan terkait jaringan Wireless Fidelity (WiFi) di gedung Student Center (SC) hingga kini belum mendapatkan perhatian. Jaringan Lokal Nirkabel yang menjadi kebutuhan utama mahasiswa ini mati total secara keseluruhan, dimulai sejak awal Desember lalu hingga memasuki penghujung Maret.


Gedung SC merupakan pusat kegiatan seluruh mahasiswa. Tidak heran, banyak dari kalangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mengajukan tuntutan untuk segera dilakukan perbaikan. Hal tersebut dibenarkan oleh Khoirul Anwar selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Bina Bakat dan Minat Mahasiswa.

“Sudah banyak sekali yang Whatsapp saya, tanya saya, teman-teman UKM, saya diteror gitu,” ungkap pada Jumat malam (15/3) ketika diwawancarai oleh lpmrhetor.com.

Sebut saja UKM Al-Mizan, salah satu UKM yang merasa keberatan dengan ketiadaan WiFi dapat mengganggu kegiatan organisasi. Terlebih lokasi SC yang tidak strategis sehingga sulit untuk mengakses jaringan internet menggunakan data paket.

“Saya agak terganggu, apalagi terkadang sinyal susah kalau sudah masuk SC dan penolongnya hanya pakai WiFi SC. Belum lagi kalau ada beberapa UKM yang butuh sambungan internet buat kegiatan organisainya,” ungkap salah satu anggota Mizan yang akrab disapa Husein.


Husein berharap permasalahan WiFi tersebut segera dapat ditanggulangi, karena tidak hanya merugikan dirinya saja akan tetapi seluruh mahasiswa yang melakukan kegiatan di gedung tersebut. Ia juga menyarankan akan lebih bagus apabila kecepatan ditingkatkan sehingga dapat pula meningkatkan produktivitas mahasiswa.

“Harus segera dibenahi terkait masalah urgent seperti ini karena merugikan banyak orang. Saran juga WiFi SC lebih ditingkatkan kecepatannya daripada di gedung-gedung fakultas. Soalnya banyak keperluan yang penting. Biar teman-temn yang ikut UKM lebih produktif dan maksimal dalam menjalankan program-programnya”.

Di sisi lain, putusnya jaringan tersebut tidak hanya mengganggu kegiatan mahasiswa tapi juga aktivitas operasional kantor di gedung tersebut, kata Khoirul Anwar.

“Ini telepon juga ikut putus, jadi praktis sejak Desember itu saya tidak bisa kontak keluar, baik telephone ke kantor pusat tidak bisa, nerima telepon juga”.

Akibat gangguan tersebut akhirnya Anwar mengirim surat sebanyak dua kali kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam mengatasi kerusakan. Surat pertama diajukan pada bulan Desember ke bagian Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Dan surat kedua ke bagian Rumah Tangga sekitar akhir Januari atau awal Februari.

Putusnya jaringan diduga akibat proses pembangunan di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang selesai pada Desember lalu. Kabel optik yang menyambungkan jaringan Wifi dari gedung FEBI atau Rektorat lama menuju SC terputus.


“Ketika dicek oleh PTIPD di panelnya bahwa tidak ada masalah apa-apa. Namun hanya ada satu kemungkinan bahwa ada kabel jaringannya yang putus. Karena kita dapat sambungan dari Rektort Lama atau dari FEBI. Kemudian selanjutnya saya disuruh lapor ke Rumah Tangga.

“Akhirnya saya buat surat ke Rumah Tangga, tapi lapor secara lisan dulu bahwa tadi saya lapor ke PTIPD seperti ini, jadi gimana? Terus setelah didiskusikan ada kemungkina jaringan putus ketika pembangunan FEBI. Mungkin ketika ada kendaraan besar itu lewat kemungkinan besar merusak fiber optik. Karena lama tunggu keputusan akhirnya saya buat surat,” terang Anwar.

Ketika dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut, Kepala Biro PTIPD, Shofawatul Uyun tidak dapat ditemui. Naufal, pihak yang bertugas di bidang IT Support PTIPD mengaku baru mengetahui permasalah jaringan di gedung SC ketika lpmrhetor.com meminta melakukan wawancara.


“Kalau yang masalah ini saya kurang tahu juga soalnya baru dengar hari ini. Kemungkinan nanti saya laporkan dulu ke atasan kira-kira responnya bagaimana dan tindak lanjutnya seperti apa,” ucapnya dengan santai ketika ditemui di gedung PTIPD kampus barat.

Begitupun kepala bagian Rumah Tangga, Zamahsari masih menunggu kepastian dari PTIPD terkait anggaran dan hal-hal yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan pada sistem jaringan WiFi di gedung SC. Sebab ia juga mengaku bahwa bagian Rumah Tangga benar-benar tidak mengetahui terkait sistem jaringan.
“Jawab bu Uyun ‘Ya, pak, sedang kita carikan spesifikasi dan harga’. Jadi rumah tangga akan menyediakan kebutuhan yang diperlukan, karena yang mengetahui speknya apa terkait sistem itu hanya PTIPD. Rumah Tangga benar-benar blank terkait hal itu,” ujar Zamahsari terburu-buru karena akan segera menghadiri rapat.


Hingga saat ini, Uyun tidak memberikan respon ketika dihubingi via whatsAap untuk dimintai klarifikasi oleh lpmrhetor.com. []

Reporter: Siti Halida F.

Editor: Fiqih Rahmawati

You may also like

Hari Buruh 2019, Pekerja Informal Masih Belum Terakui Keberadaannya

lpmrhetor.com – Yayasan Anisa Swasti (Yasanti ) pukul