Minim Anggaran, Agenda LKM Tersendat

lpmrhetor.com, UIN Sunan Kalijaga – Bertempat di ruang rapat Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, audiensi sejumlah perwakilan mahasiswa terhadap dekanat berfokus pada tersendatnya agenda Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM). Salah satu agenda adalah Gebyar KPI yang menjadi rutinitas setiap tahun terpaksa mundur di tahun 2016 ini. Hal tersebut disampaikan ketua HMPS KPI, Firdaus Ismail (21/10).

“Gebyar KPI tahun ini harus mundur. Ini menjadi problematika khususnya bagi pihak HMPS yang akhirnya memunculkan stigma tidak ada kerjaan dari mahasiswa lain.” tuturnya. Lebih lagi ia menambahkan, banyak mahasiswa yang menilai HMPS membekukan anggaran, padahal HMPS sendiri tidak mengatur urusan anggaran yang ada.

Hampir semua HPMS dan BOM-F mengeluhkan perihal haknya terkait anggaran belum diterima. Seperti BOM-F Seni Budaya yang melaksanakan agenda besar beberapa waktu lalu tidak didanai fakultas. Begitu pun dengan BOM-F Mitra Ummah yang meski mendapat tapi tak sesuai dengan kebutuhan agenda.

Ketua SEMA-F, Rahmat Zain, mendesak dekanat untuk segera melakukan perubahan signifikan di wilayah kinerjanya. Menurutnya, perubahan orang-orang yang menduduki jabatan di tataran dekanat belum terlihat adanya kemajuan.

Sorotan lain, Rahmat menambahkan, anggaran bagi mahasiswa menjadi persoalan primer saat ini. “Program kerja yang sudah disusun, jika harus mundur akan berdampak pada persoalan kaderisasi. Karena kerja-kerja LKM dibatasi waktu,” tambah mahasiswa jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial itu.

Sementara pihak dekanat melalui WD II, Alimatul Qibtiyah, menjelaskan perihal anggaran yang minim tahun ini. Menurut penjelasannya, tahun 2016 ini adalah tahun yang paling krisis di bidang keuangan. “Hingga bulan April 2016, sebenarnya keadaan baik saja. Tetapi setelah bulan tersebut, ada kejadian yang tak disangka-sangka yaitu penarikan anggaran besar-besaran oleh pemerintah,” jelasnya di hadapan forum.

Beliau juga terbuka terkait keadaan kampus saat ini. Menurut pemaparannya, kondisi saat ini bukan hanya berimbas pada tersendatnya kegiatan mahasiswa. Gaji bagi para dosen LB pun menjadi tersendat. “Untuk gaji dosen LB saja saya keluarkan dari kantong pribadi saya sendiri,” ungkap beliau sambil melihat minimnya waktu.

Ketika dimintai solusi, pihak dekanat berjanji akan mencarikan dana sisiran untuk mahasiswa. []

Reporter : Hadi Molsky

Editor : Fahri Hilmi

 

You may also like

Membedah Visi Misi Calon Perwakilan Mahasiswa Lewat Kampanye Monologis

lpmrhetor.com – Kampanye Monologis untuk pemilihan ketua DEMA