Mahasiswa Kawal Terus Tuntutan Ruang Publik

Pembangunan gedung baru FEBI.

lpmrhetor.com, UIN – Digusurnya panggung demokrasi yang diakibatkan oleh masifnya pembangunan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) membuat mahasiswa kehilangan salah satu ruang publiknya. Mahasiswa yang sebelumnya banyak melakukan kegiatan di pangdem harus bersusah payah mencari tempat lain untuk melakukan aktivitas setelah jam perkuliahannya.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Tomi, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam UKM INKAI. “Dulu biasanya kami sebelum latihan itu jogging dulu muterin pangdem, nah, sekarang pangdemnya digusur, kita jadi susah cari tempat buat jogging,” katanya.

Mengomentari persoalan tersebut, Viki, selaku Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U), menuturkan bahwa ruang publik begitu penting keberadaannya bagi mahasiswa. Ia juga mengatakan saat ini gedung Student Center belum dapat dikatakan kondusif dalam memfasilitasi segala bentuk kegiatan kemahasiswaan.

“Bagi saya sendiri ruang publik itu sangat penting. Kalau hanya mengandalkan SC, yang notabenya sebagai pusat kegiatan mahasiswa, itu tidak kondusif. Karena mahasiswa hanya diberi tempat sepetak dan sering banyak gangguan lainnya,” kata Viki.

Geram dengan persoalan tersebut, pada hari Senin (20/03) lalu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Sunan Kalijaga melakukan aksi unjuk rasa ke gedung rektorat untuk menuntut diberikannya kembali ruang publik bagi mahasiswa. Dengan membawa sejumlah tuntutan, massa aksi mencoba menemui pihak rektorat untuk dimintai keterangan.

(Baca juga: Sempitnya Ruang Publik, Undang Aksi Mahasiswa

Farih, selaku Koordinator Umum, saat itu melakukan audiensi dengan pihak birokrasi. Dari hasil audiensi tersebut, pihak rektorat yang diwakili oleh Waryono, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, bersama dengan massa aksi menyepakati untuk bertemu kembali pada hari Rabu (29/03) yang akan datang.

“Sesuai dengan hasil audiensi tadi, kita akan ketemu hari Rabu. Berarti, minggu depan sudah ada keputusan,” ungkap Waryono kepada massa aksi (20/03).

Melalui Solkhan, pihak komisariat PMII UIN Sunan Kalijaga mengaku akan bekerjasama dengan pihak Senat Mahasiswa (SEMA) , Dewan Mahasiswa (DEMA), dan seluruh elemen Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) untuk terus mengwal tuntutannya tersebut hingga pihak kampus memberikan kejelasan terkait penyediaan ruang publik.[]

 

Editor: Fahri Hilmi

You may also like

Sulitnya Warga Tamansari Bertahan di Rumahnya Sendiri

Program Rumah Deret membawa beragam petaka. Warga RW