K@MU Gelar Aksi Diam “16-an”

Spanduk-spanduk dibentangkan oleh massa aksi dalam aksi diam “16-an” di area Nol KM (16/9) guna memperingati 21 Tahun wafatnya Wartawan Udin dan meminta usut dua kasus lain yang menjadi tuntutan.(Dok.Rhetor/Ina)

lpmrhetor.com, Yogya – Memperingati 21 tahun wafatnya wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin, K@MU (Koalisi Masyarakat Untuk Udin) mengelar  aksi diam di area Nol Kilometer Malioboro (16/9) pukul 10.00 WIB. Aksi yang bertajuk “16-an” ini telah terselenggara 37 kali dalam tiga tahun terakhir. Aksi diam dilakukan dengan menutup mulut menggunakan lakban serta memukul kentongan sebanyak tahun kematian Udin oleh perwakilan massa aksi.

Pada gelaran aksi tersebut, K@MU menyampaikan tiga tuntutan, yakni:

  1. Segera dituntaskannya kasus kematian wartawan Udin
  2. Segera dituntaskannya kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan
  3. Penyikapan terhadap pelaporan Dandhy Dwi Laksono oleh Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan (Repdem) kepada Polda Jawa Timur.

Tommy Apriandi (16/9) selaku Advokasi AJI Yogyakarta mengatakan, dari K@MU ingin terus mengingatkan kepada publik bahwa ada kasus pembunuhan wartawan Yogyakarta yang belum tuntas, “Kami terus mendorong dan menunut polisi agar menuntaskan kasus Udin tapi kami juga ingin mengajak publik untuk terus ingat bahawa ada 21 tahun kasus terbunuhnya jurnalis di Yogykata yaitu Muhammad Syariffudin yang kemudian kasusnya belum tuntas.” Ujarnya ketika diwawancarai wartawan Rhetor.

Terkait dengan kasus Dandhy Dwi Laksono, Tommy mengatakan belum mengupdate kabar terbaru karena masih akan berdiskusi dengan Dandhy sore ini (16/9). Tanggapan dari pihak AJI mengenai status Facebook Dandhy, tidak ada yang salah dari kritik yang dilakukan oleh Dandhy.

Tommy beranggapan, “Saya kira tulisan Dandhy terkair dengan Suu Kyi dan Megawati yang dipermasalahkan oleh Repdem saya kira tulisan yang kaya akan data dan fakta. Kalau mau berdebat ya berdebat tentang isi konten tapi bukan dengan pemidanaan.” Tambahnya.

Rimba, salah satu aksi massa yang tergabung dalam aksi diam tersebut mengatakan, “Ini hal yang baik, kupikir ya memang penting untuk mengadakan aski-aksi jalan seperti ini guna mengingat dan terus mengingatkan masyarakat, bahwa ada kasus pembunuhan yang belum selesai.”[]

 

Reporter : Ina Nurhayati

Editor : Dyah Retno Utami

You may also like

Menuntut UGM Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual

UGM dituntut menangani kasus Agni secara serius dan