Jurnalis AJI : Keppres 29 Tahun 2018 Tidak Dukung Iklim Kemerdekaan Pers di Indonesia

lpmrhetor.com-  Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 tahun 2018 tentang pemberian grasi berupa perubahan pidana penjara seumur hidup menjadi pidana sementara menuai kontroversi. Keppres yang ditetapkan tanggal 7 Desember 2018 itu memberikan grasi terhadap 115 narapidana, I Nyoman Susrama sebagai pelaku pembunuhan Jurnalis salah satunya.

Dilansir dari radarbali.com, Suardana salah satu kuasa hukum yang ikut mengawal kasus pembunuhan tersebut, menyatakan kasus pembunuhan terencana terhadap wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa yang dilakukan I Nyoman Susrama dan kawan-kawan, sudah jelas melanggar pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Ia mengaku terkejut saat mengetahui pemberian grasi kepada pembunuh jurnalis Prabangsa.

Sementara itu, berdasarkan rilis dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, Lembaga Badan Hukum (LBH) Pers Yogyakarta, Lembaga Badan Hukum (LBH) Jogja, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) dewan kota Yogyakarta, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional, menyatakan hakim menghukum Susrama dan 8 temannya dengan divonis penjara seumur hidup, upaya mereka untuk banding ditolak oleh Pengadilan Tinggi Bali.

Hingga keluar Kepres tanggal 7 Desember 2018 No. 29 tahun 2018, Presiden Joko Widodo memberi keringanan hukuman kepada Susrama dan 8 temannya.

Tommy Apriyando, koordinator divisi Advokasi AJI Yogyakarta menyatakan, jika dalam kurun waktu 7 x 24 jam Jokowi tidak mencabut Kepres tersebut, Aliansi di Yogyakarta menyatakan bahwa Jokowi adalah musuh kebebasan pers dan pemberantasan korupsi. Seperti diketahui, Prabangsa dibunuh lantaran berhasil mengungkap kasus korupsi dalam beritanya.

“Banyak kasus pembunuhan jurnalis yang tidak dituntaskan, namun ada satu titik cerah kasus pembunuhan jurnalis yang dihukum berat oleh pengadilan namun oleh pemerintahan malah diberikan keringanan hukuman,” Sesalnya.

Abdul Manan, ketua AJI Indonesia juga menyatakan kekecewaan terhadap Presiden atas dikeluarkannya Keppres yang memberikan remisi kepada Susrama, ia dan kawan-kawan AJI juga mendesak agar Keppres tersebut dicabut.

Manan mengkhawatirkan hal yang tidak diinginkan jika Keppres itu tetap tidak dicabut. Manan khawatir, hal ini akan berpotensi pembunuh jurnalis Prabangsa tidak jera dan dapat melakukan hal serupa.

“Dengan memberikan keringanan itu kan sama dengan menunjukkan sinyal sikap tidak bersahabat dan tidak mendukung iklim kemerdekaan pers di Indonesia. Dan kekecewaan kami juga karena kebijakan semacam itu bisa mendorong kultur impunitas, dimana pelaku kekerasan seperti mendapatkan angin dan membuat mereka kurang jera jika melakukan hal serupa,” kata Abdul Manan dalam video yang diposting di kanal Instagram @aji.indonesia.[]

Reporter : Muhammad Nizarullah

Editor : Ikhlas Alfarisi

You may also like

Kecaman Jurnalis dan Tanggapan ‘Santai’ Pemerintah Soal Pemberian Remisi Pembunuh Jurnalis

Jurnalis Prabangsa dibunuh karena berita. Pelaku berhasil ditangkap,