Adakan Aksi, AJI Yogyakarta Desak Cabut Keppres No 29 Tahun 2018

(24/1) Aliansi Jurnalis Indonesia Yogyakarta bersama masyarakat sipil dan pers mahasiswa beraksi di Nol Km Yogyakarta (dok.Rhetor/Ina)

lpmrhetor.com.com- Kamis, (24/1) suasana pagi di lampu merah Nol Km Yogakarta tidak berlangsung seperti biasa. Berjejer manusia membawa poster tuntutan kepada Presiden Jokowi. Mereka adalah Aliansi dari elemen AJI Yogyakarta, ICM Yogyakarta, LBH Pers Yogyakarta, LBH Yogyakarta, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Yogyakarta, PPMI Nasional.

Pukul 10 pagi orasi dari perwakilan tiap elemen disuarakan. Mereka bersama sama menuntut penghapusan Keppres No 29 Tahun 2018, tentang pemberian remisi terhadap pelaku pembunuhan berencana atas AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, wartawan Radar Bali.

Remisi dalam KBBI artinya pengurangan hukuman yang diberikan kepada orang yang terhukum. Pemberian remisi kepada otak pembunuhan terencana menurut aliansi merupakan tindakan yang melukai rasa keadilan, tidak hanya kepada korban tapi juga jurnalis Indonesia.

“Ketika ada banyak kasus pembunuhan jurnalis yang tidak dituntaskan, ada satu titik cerah pelaku pembunuhan dihukum berat oleh pengadilan namun oleh pemerintahan malah meringankan hukuman” ujar Tommy Apriando, Koordinator Divisi Advokasi AJI Yogyakarta.

Sejalan dengan pernyataan Tommy Apriando, dari LBH Pers Yogyakarta juga bersuara, “harusnya Jokowi fokus pada upaya penegakan kebebasan pers, penegakan HAM, penegakan hukum. Bukan malah menodai dan melukai dengan pemberian remisi kepada pelaku,” statement Pito menyayangkan tindakan Jokowi.

Pelaku pembunuhan terencana, I Nyoman Susrama diberi remisi tertanggal 7 Desember 2018 yang sebelumnya oleh Hakim Pengadilan Negeri Denpasar telah menetapkan hukuman penjara seumur hidup.

Salah satu jurnalis jogja, Shinta Maharani juga menyayangkan langkah Jokowi, menurutnya, tindakan Jokowi memberikan remisi kepada pembunuh jurnalis Prabangsa merupakan suatu pertanda kemunduran bagi kebebasan pers.

Selain itu, PPMI Dewan Kota Yogyakarta dan PPMI Nasional yang juga tergabung dalam aksi ini turut mendukung desakan AJI. mereka berpendapat kalau kasus pembunuhan saja bisa diringankan, bagaimana dengan kekerasan, intimidasi terhadap wartawan.

“Pasalnya Pers Mahasiswa juga sangat rentan mendapat kekerasan juga intimidasi.” Ungkap Sri Wahyuni, Sekertaris Jenderal PPMI Dewan Kota Yogyakarta.

Aksi tersebut ditutup bersamaan dengan puluhan massa aksi berjalan ke arah kantor pos untuk mengirimkan surat desakan mencabut remisi kepada Presiden Joko Widodo.[]

Reporter : Ina Nurhayati

Editor : Ikhlas Alfarisi

You may also like

Hari Buruh 2019, Pekerja Informal Masih Belum Terakui Keberadaannya

lpmrhetor.com – Yayasan Anisa Swasti (Yasanti ) pukul